Ratusan warga peserta operasi katarak gratis menjalani skrining kesehatan di Ruang Ali Sadikin, lantai dasar gedung A Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (4/4).
Sebelum menjalani rangkaian skrining, para peserta yang umumnya didampingi keluarga melakukan registrasi di lobi Ruang Ali Sadikin. Selanjutnya mereka masuk Ruang Ali Sadikin untuk skrining yang dilayani puluhan petugas kesehatan. Pelayanan dibuka pukul 08.00-12.00 WIB.
Kasi Yankes Sudis Kesehatan Jakbar, Intan Rachmita Sari, menjelaskan skrining baksos operasi katarak gratis dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026 ini diikuti sebanyak 351 peserta dari target sekitar 250 warga. Untuk petugas yang melayani sekitar 24 orang dari Sudiskes Jakbar, HBT, ERHA Klinik dan Perdami.
“Hari ini kegiatan skrining dalam rangka baksos Katarak Hari Kartini Pemkot Jakarta Barat. Kolaborasi dengan HBT (Himpunan Bersatu Teguh), ERHA Klinik dan Perdami. Jadi memang kegiatan skrining Katarak ini, sebelumnya dimulai dari pendaftaran yang kita laksanakan secara online, itu ada sekitar 351 peserta,” sebutnya.
Intan mengungkapkan 351 peserta ini sebelumnya diharapkan sudah melakukan skrining kesehatan awal di puskesmas.
“Ketika mereka secara kesehatannya dia eligible untuk melakukan skrining selanjutnya, mereka hadirlah tanggal 4 ini. Dari 351, kami harapkan 250-nya eligible, karena memang kuota untuk pelaksanaan baksos Katarak itu kurang lebih sekitar 250 orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi peserta yang tidak bisa hadir hari ini bisa ikut skrining pada saat pelaksanaan baksos. Hingga pukul 09.40, peserta yang hadir di Ruang Ali Sadikin sekitar sebanyak 101 orang.
“Pelaksanaannya tanggal 11 April 2026 di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Kami tunggu sampai dengan pukul 12.00 siang hari ini. Tapi kalau misalnya ada peserta yang memang berhalangan hadir hari ini mereka nanti bisa datang langsung, pada tanggal 11. Artinya sebelum dilakukan operasi mereka tetap dilakukan skrining terlebih dahulu,” tutur Intan.
Sementara itu, Ketua HBT, Andreas Sofiandi, menambahkan baksos katarak merupakan agenda rutin HBT dan ERHA Klinik kolaborasi dengan Pemkot Jakarta Barat. Kegiatan tersebut untuk mendukung Pemprov DKI dalam menekan penderita katarak di wilayah Jakarta.
“Kegiatan akan kita lakukan nanti pada tanggal 11 April 2026. Hari ini adalah hari skrining, calon-calon pasien kita periksa untuk menentukan pada tanggal 11 akan kita operasi. Sebagaimana yang dalam program rencananya Bapak Gubernur, ingin Jakarta ini bisa menekan penderita katarak yang ada di wilayah DKI ini,” ujar Andreas. Rencananya Gubernur DKI akan hadir pada pelaksanaan 11 April nanti.
Adapun untuk kuota, sambung Andreas, pihaknya tidak membatasinya dan akan disesuaikan untuk operasi berikutnya.
“Jumlah pasien ini kami buka sebesar-besarnya. Jadi untuk operasi itu kita sebagaimana agenda rutin kami, satu hari itu kami punya kapasitas 250. Bagaimana dengan pasien yang lebih?, Kalau pasien yang lebih itu nanti kita akan agendakan pada operasi berikutnya di Jakarta,” tandasnya.
“Kita tahu bahwa di Indonesia, Indonesia ini termasuk penderita katarak tertinggi di Asia, nomor dua di dunia. Jadi penderita katarak ini kalau kita tidak bantu dengan agenda bakti sosial ini, ini akan lebih besar lagi penderitanya,” sambungnya.
Andreas berharap kegiatan baksos katarak gratis bisa membantu warga masyarakat.
“Jadi harapan kita adalah bagaimana kita bisa membantu menekan penderita katarak di Indonesia. Kita ketahui bahwa katarak ini tidak pernah akan habis, karena faktor usia pada umumnya katarak ini menjanjikan kepada setiap orang,” pungkasnya. (Aji)






