Menerapkan metode Wolbachia, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sesuai data terakhir pada 7 Juni 2026 hanya tiga kasusu di wilayah Kecamatan Kembangan mengalami penurunan sigrifikan .
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna menjelaskan bahwa kasus demam berdarah dengue di wilayah Kecamatan Kembangan, menurun signifikan. Berdasarkan data tahun 2026 hingga bulan Juni, IR (Incidence Rate) kasus DBD Kecamatan Kembangan mengalami penurunan, yakni peringkat ketujuh (7) se-Jakarta Barat.
"Data per 7 Juni 2026, baru 3 kasus DBD. Sedangkan data kasus DBD bulan Juni tahun 2025 sebanyak 49 kasus, bulan juni tahun 2024 sebanyak 42 kasus," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/6).
Untuk bulan Januari hingga Mei 2026, Sahruna menyampaikan, data kasus DBD juga mengalami penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya, berjumlah 89 kasus.
"Data kasus DBD Januari - Mei tahun 2025 berjumlah 227 kasus. Sementara, data kasus DBD Januari - Mei tahun 2024 berjumlah 377 kasus," jelasnya.
Sahruna melanjutkan, grafik penurunan kasus DBD di wilayah Kecamatan Kembangan, dalam kurun beberapa tahun ini, dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satu diantaranya, penanggulangan nyamuk demam berdarah dengan metode wolbachia.
"Betul, dipengaruhi oleh metode wolbachia" tambahnya.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah meluncurkan program penanggulangan DBD melalui nyamuk ber-wolbachia, di wilayah RW 07 Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, pada Oktober 2024.
Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-wolbachia karena memiliki angka kasus DBD tertinggi pada tahun 2023 dengan IR 54,1 per 100.000 penduduk.
Setelah Kembangan Utara, program penanggulangan DBD terus berlanjut pada lima wilayah kelurahan lainnya, yakni Kembangan Selatan, Meruya Utara, Meruya Selatan, Joglo dan Srengseng.(why)
.






