Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat komitmen menuntaskan persoalan buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF) di 56 kelurahan secara bertahap. Tahun 2026 ini, ditargetkan tuntas di sembilan kelurahan.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengungkapkan dari total 56 kelurahan di Jakarta Barat, 13 di antaranya telah bebas BABS murni. Pada pertengahan tahun tersisa 43 keluhan yang belum tuntas, namun telah mendeklarasikan komitmen menyukseskan sanitasi total berbasis masyakat (STBM).
"Terakhir Kelurahan Tomang yang melakukan deklarasi komitmen STBM pada Senin (29/6) kemarin," ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/7).
Lebih lanjut Sahruna menjelaskan, BABS terbagi dua kategori, yakni BABS terbuka, bagi keluarga yang tidak memiliki jamban. Kategori kedua BABS kategori tertutup, yakni keluarga yang memiliki jamban tapi tidak memiliki septic tank dan air hitam langsung dialirkan ke saluran air.
Kemudian, sambungnya, sebelum deklarasikan STBM di wilayah Tomang terdapat 613 KK melakukan BABS tertutup dan sebanyak 342 KK BABS terbuka. Setelah dilakukan pembangunan MCK komunal dan deklarasi STBM Tomang, jumlah BABS tertutup menurun jadi 449 KK dan BABS terbuka bisa dituntaskan.
Ke depan, lanjut Sahruna, Pemkot Jakarta Barat terus berupaya menuntaskan persoalan BABS tertutup yang tersisa di 43 kelurahan. Sebagai solusi, rencananya akan dilakuan pembangunan septic tank komunal.
Pembangunan septic tank dilakukan tidak hanya oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakbar sebagai pengampuh program pembangunan infrastruktur. Pihaknya juga berencana melibatkan CSR agar bisa mempercepat akselarasi program pembangunan.
Sahruna menyebut, sembilan kelurahan yang ditarget tuntas BABS tahun 2026 adalah Kelurahan Kedaung Kali Angke (tersisa 37 KK BABS tertutup), Rawa Buaya (97 KK), Jelambar (80 KK) dan Keseluruhan Semanan (tersisa 75 KK BABS tertutup).
Kemudian Kelurahan Kelapa Dua (tersisa 52 KK BABS tertutup), Kembangan Selatan (35 KK), Palmerah (87 KK), Glodok (8 KK) dan Kelurahan Mangga Besar (tersisa 41 KK BABS tertutup).
"Mudah-mudahan semua bisa terealisasi sesuai rencana. Sesuai arahan Gubernur, selain oleh SDA, pembangunan septic tank akan melibatkan CSR," pungkasnya. (Aji)






