Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat gencarkan promosi kesehatan melalui penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sebagai salah satu upaya antisipasi pencegahan penyebaran tuberkulosis (TBC) kepada masyarakat.
"Selain PHBS, edukasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebaran informasi terkait akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang ada gejala TBC," ujar Kepala Sudiskes Jakarta Barat, Sahruna, Rabu (17/6).
​Sebagai langkah preventif agar penularan tidak meluas, sambungnya, kontak erat yang dinyatakan sehat juga diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT). Diungkapkan, pihaknya juga terus menggencarkan dan mengintensifkan penanganan TBC di wilayah Jakarta Barat.
Lebih lanjut Sahruna mengungkapkan, dari data monitoring program pelayanan kesehatan TBC periode 1 Januari hingga 31 Mei 2026, tercatat 30.859 pasien terduga TBC telah mendapatkan pelayanan sesuai standar. Pada periode tersebut, cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC di wilayah Jakbar telah menjangkau sebanyak 4.438 pasien. ​
Realisasi ini, kata Sahruna, menunjukkan pergerakan positif dari data sebelumnya per 15 April 2026 yang baru mendeteksi 3.027 kasus, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target deteksi total sebanyak 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat pada tahun 2026.
Menurutnya, temuan kasus ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan masifnya deteksi dini di lapangan. Langkah ini merupakan komitmen Pemkot Jakbar untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada tahun 2030.
​"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," ujar ​Sahruna.
Pihaknya menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yakni secara aktif dan pasif. Upaya penemuan kasus secara aktif itu dengan skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat dan upaya Kader TBC di lapangan.
"Kemudian, secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," katanya.
​Untuk memastikan hasil, tambah Sahruna, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik yang tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak serta radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis.
Ditegaskan Sahruna, seluruh pasien yang masuk dalam cakupan pengobatan (4.438 pasien) dipastikan mendapat perawatan sesuai standar mutu yang berlaku.
"Kami melakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara berkala. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC," pungkasnya. (Aji)





