Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat telah menanam sebanyak 383 pohon pelindung dan 131.871 polibag tanaman hias, terhitung hingga Juni 2026.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma menjelaskan bahwa pihaknya gencar melakukan penanaman pohon sebagai upaya mengendalikan polusi sekaligus meningkatkan kualitas udara dan menambah estetika lingkungan.
Penanaman pohon difokuskan pada lahan aset Pemprov DKI Jakarta yang masih kosong, seperti taman, TPU, media jalan, serta bantaran kali.
"Berdasarkan data penanaman pohon hingga Juni tahun 2026, kami telah menanam sebanyak 383 pohon pelindung dan 131.871 polibag tanaman hias," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (13/6)
Dirja merinci, jumlah pohon pelindung dan tanaman hias yang telah ditanam sebagai berikut, Januari, berjumlah 43.823 polibag tanaman hias, dan 30 pohon pelindung, Februari berjumlah 17.085 polibag tanaman hias dan 17 pohon pelindung, Maret berjumlah 8.838 polibag tanaman hias dan 13 pohon pelindung, April berjumlah 42.614 polibag tanaman hias dan 127 pohon pelindung.
Srlanjutnya pada Mei berjumlah 19.300 Polibag tanaman hias dan 171 pohon pelindung, serta bulan Juni berjumlah 211 polibag tanaman hias dan 25 pohon pelindung.
"Angkanya fluktuatif, terbanyak penanaman pohon pada Januari (triwulan 1) dan pada April (triwulan 2)," ujarnya.
Untuk jenis pohon pelindung dan tanaman hias, lanjut Dirja Kusuma, sangat beragam.
"Jenis pohon pelindung, seperti tabebuya kuning dan pink, bungur, spathodea, dan pucuk merah. Sedangkan jenis tanaman hias, seperti bougenville, crosandra orange, philo kuning, jinten varigata, soka jawa merah, pretty pink, kucai mini, agave, sri gading, hanjuang kribo dan merah, bakung, rowelia, patah tulang, suji, sutra bombay, philo brekele, dan sebagainya," tukas Dirja Kusma.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penanaman pohon dengan melibatkan dan mengajak semua elemen masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (why)






