Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menjangkau sebanyak 203 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama bulan Februari 2026.
"Totalnya 203 PPKS. Paling banyak pak ogah 66 orang, lalu psikotik 37, gelandangan 35, dan dari kategori lainnya 38,β sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono saat dikonfirmasi, Jumat (6/3).
Ia mengungkapkan, ratusan PPKS itu dijangkau dari sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat. Pihaknya juga telah menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut. Beberapa di antaranya Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua.
Lebih lanjut Fajar mengatakan, sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
βBila didapati PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," jelasnya.
Namun, sambung Fajar, jika PPKS berasal dari Jakarta dan tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen," ujarnya.
Selain dibawa ke Panti Sosial Kedoya, PPKS juga bisa saja dibawa ke RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Duren Sawit sesuai hasil asesmen.
"Ada juga yang dihalau atau dilakukan upaya persuasif," pungkasnya. (Aji)





