"Fokus kegiatan pada pembersihan, pengerukan sedimen lumpur, serta pengangkutan sampah di sepanjang saluran mikro dan drainase pemukiman warga yang selama ini mengalami pendangkalan," ujarnya.
Menurutnya, pedangkalan saluran menjadi salah satu penyebab utama genangan dan banjir saat musim hujan. Karena itu, pengurasan dilakukan secara menyeluruh agar daya tampung dan aliran air kembali lancar.
Kegiatan kick off gerebek lumpur saluran di saluran air di wilayah Kapuk, lanjut Mustajab, pihaknya berhasil mengeruk lumpur sebanyak 2.200 karung lumpur atau 36,7 meter kubik pada sejumlah titik saluran air, seperti Jalan Raya Kapuk, Jalang Gang Empang, hingga Jalan Kali Apuran.
"Pengerukan lumpur saluran mengerahkan 1 alat berat jenis eksavator spider mini. Karena melihat kondisi saluran di sepanjang Jalan Kapuk, kami perintahkan untuk dilanjutkan pengerukan," ujar Mustajab.
"Hari ini, informasi dari satpel SDA Cengkareng, pihaknya melakukan pengerukan di Jalan Kapuk Raya. Hasilnya, volume lumpur yang dikeruk 51,3 meter kubik dengan pengerahan 1 dump truk untuk 5 rit (5 kali perjalanan angkut)," sambungnya.
Selain saluran mikro Jalan Kapuk Raya, lanjut Mustajab, tim gabungan Sudis SDA Jakarta Barat juga melakukan pengerukan lumpur kali apuran atas segmen pompa mobile Apuran Atas.
"Volume Lumpur saluran yang dikeruk 71 meter kubik, dengan mengerahkan alat berat jenis eksavator long (XL 37). Pengurasan lumpur saluran terus berlanjut hingga 45 hari ke depan," tambahnya. (why)





