Kawasan zero waste mulai diterapkan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukabumi Selatan 06, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Sekolah tersebut juga telah melakukan pengelolaan sampah melalui kegiatan komposting dan bank sampah serta memberlakukan aturan larangan membuang sampah sembarang.
Kepala SDN Sukabumi Selatan 06, Sunarsih, menjelaskan pemberlakuan kawasan zero waste di lingkungan sekolah sebagai implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber.
Selain itu, pihaknya juga telah memprogramkan Adiwiyata di lingkungan sekolah.
"Sekolah kita ini untuk kesehariannya Insyaallah sudah zero sampah. Ini sesuai dengan Ingub nomor 5 tahun 2026," ujar Sunarsih, Selasa (9/6).
Lebih lanjut dijelaskan Sunarsih, pemberlakuan zero waste secara teknis telah mewajibkan siswa untuk membawa tumbler dan wadah makan untuk bekal mereka selama di sekolah. Pihak sekolah juga menyiapkan piring dan gelas di kantin sebagai upaya mengurangi penggunaan wadah sekali pakai untuk jajanan siswa.
Setiap Selasa, dijelaskan Sunarsih, siswa rutin diminta melakukan pengumpulan sampah berupa botol plastik dan kardus yang dibawa dari rumah. Sampah itu dihimpun melalui bank sampah yang dibentuk sekolah.
βSetiap Jumat kami juga mengadakan program sedekah minyak jelantah. Program itu mengajak seluruh siswa membawa minyak jelantah sisa memasak dari rumah masing masing untuk dikumpulkan di sekolah,β ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah juga telah melakukan pengolahan sampah organik dengan metode komposter. Selanjutnya, sebanyak 10 orang siswa yang ditunjuk sebagai kader melakukan kegiatan komposting bersama guru Pembina setiap dua pekan sekali.
Hasilnya, pihak sekolah telah mengolah sampah organik menjadi produk eco enzym. Sementara untuk pengolahan sampah anorganik, para siswa diajak berkreasi membuat berbagai produk kriya seperti tempat tisu, tas dan kerajinan eco brick berupa bangku.
Sunarsih menegaskan, berbagai kegiatan turunan program zero waste ini sebagai bentuk edukasi kepada siswa tentang gerakan keberlanjutan. Gerakan itu dimulai dengan pengelolaan sampah dari sumber sedari dini. Gerakan ini juga mengedukasi siswa tentang sampah bisa memiliki nilai ekonomis bila dikelola dengan baik.
Pihaknya berharap gerakan ini akan berdampak ke pribadi dan keseharian siswa di manapun berada.
"Kami berharap gerakan ini akan menjadi kesadaran siswa agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan sehingga hasil akhirnya Jakarta mampu mengurangi sampah," pungkas Sunarsih.
Sementara itu, Tashya, siswi Kelas V SDN Sukabumi Selatan 06, mengaku menyambut baik penerapan berbagai gerakan zero waste di sekolahnya. Kegiatan ini juga memberikannya pemahaman lebih terkait pengelolaan sampah.
"Kita jadi tahu bahayanya tumpukan dan jenis-jenis sampah apa saja. Kita juga diajarin cara mengelola sampah jadi prakarya dan sebagainya," tutur Tashya. (Aji)





