Harga komoditas bunga mawar di Pasar Bunga Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, naik hingga lebih dari dua kali lipat dalam dua pekan terakhir.
Tingginya permintaan pasar saat musim kelulusan sekolah dan kelangkaan pasokan disebut jadi pemicu utama melonjaknya harga bunga mawar.
​Menurut Dani (23), salah satu pedagang bunga di Pasar Rawa Belong, mengungkapkan kelangkaan terjadi pada hampir seluruh varietas mawar yang paling diburu konsumen. Keterbatasan stok di pasaran ini memaksa para pedagang di tingkat grosir maupun eceran melakukan penyesuaian harga secara signifikan.
​"Yang lagi langka sekarang mawar karena banyak pemakaian saja. Dari harga normal Rp50 ribu, sekarang bisa jadi Rp120 ribu per ikat di tingkat pedagang," sebut Dani di kiosnya, Indah Florist, Senin (15/6).
​Lebih lanjut ia menambahkan, akibat lonjakan di tingkat modal tersebut, harga jual mawar eceran kepada konsumen akhir kini menembus angka Rp170 ribu per ikat, tergantung pada dinamika pasokan harian.
​Meski harga melambung, Dani mengaku daya beli konsumen tidak sepenuhnya surut, karena komoditas tersebut sedang dibutuhkan sebagian masyarakat.
​Hal senada diungkapkan Gatot, pedagang mawar lainnya. Menurutnya, momentum kenaikan permintaan ini sangat dipengaruhi oleh tren musim kelulusan dan wisuda sekolah yang sedang berlangsung.
​Meski demikian, Gatot memprediksi gejolak harga ini tidak akan berlangsung lama seiring dengan proyeksi pulihnya pasokan dari daerah penghasil.
​"Kalau saya prediksi, Minggu depan kemungkinan harga bunga mawar akan kembali menurun karena stok sudah berangsur normal," ujarnya. (Aji)





