Halo Sobat! 👋
Saya Bang-Batik. Ada yang bisa saya bantu terkait wilayah Jakarta Barat?
Publikasi
PKK Kebon Jeruk Panen Melon Hasil Urban Farming di RW 04 Kelapa Dua
PKK Kebon Jeruk Panen Melon Hasil Urban Farming di RW 04 Kelapa Dua
Izzudin
11 Agustus 2026
Pemerintahan
31
Izzudin
Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi bersama Ketua PKK Kecamatan Kebon Jeruk, Lestari Ady Wiryono panen melon di lahan urban farming RW 04 Kelapa Dua.
Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Kebon Jeruk bersama
kelompok tani warga memanen buah melon jenis Kirani dan Golden Kinanti di lahan
urban farming Kelas Berkebun Mandiri, Jalan Komplek Yonhub Mabad, RT 006 RW 04,
Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (11/8).
Panen tersebut dihadiri Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi
dan Ketua TP PKK Kebon Jeruk, Lestari Ady Wiryono, Ketua PKK Kelapa Dua, Ariani
Gusti Widry bersama jajaran pengurus PKK Kelurahan, Ketua RW 04 dan warga setempat.
Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi, mengatakan terdapat
sekitar 60 buah melon yang dipanen. Jika ditotal, hasil panen diperkirakan
mencapai lebih dari 80 kilogram.
"Totalnya kira-kira ada 60 melon. Kalau satu melon
rata-rata 1,6 sampai 1,9 kilogram, hasil panennya bisa mencapai lebih dari 80
kilogram," ujar Agus didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Kebon Jeruk, Lestari
Ady Wiryono.
Menurutnya, urban farming tersebut dikelola masyarakat
bersama kelompok tani RW 04 Kelurahan Kelapa Dua dengan dukungan dari Suku
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, terutama
dalam bentuk sosialisasi dan penyediaan bibitnya.
Agus mengatakan pemanfaatan lahan kosong menjadi urban
farming penting dilakukan karena keterbatasan lahan di Jakarta. Selain melon,
lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk menanam cabai, labu madu, timun suri,
pakcoy, dan kangkung serta membudidayakan ikan nila, gurami, dan lele.
"Kami dari kecamatan dan kelurahan terus mendukung kegiatan
yang dibuat masyarakat, khususnya urban farming. Lahan yang terbatas bisa
dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan yang bermanfaat bagi keluarga,"
katanya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia,
termasuk menggunakan barang bekas seperti galon dan pot sebagai media tanam.
Hasilnya dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual apabila produksinya mencukupi.“Saya mengimbau masyarakat, khususnya para pengurus RT dan RW, untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sebagai urban farming," imbuhnya. Sementara itu, warga RT 006 RW 04 Kelurahan Kelapa Dua,
Puji, mengungkapkan tanaman melon membutuhkan waktu sekitar 65 hingga 70 hari
sejak dipindahkan dari persemaian hingga siap dipanen.
"Biasanya kita semai sekitar delapan hari, kemudian
pindah tanam. Setelah itu sekitar 65 sampai 70 hari sudah bisa panen,"
jelasnya.
Puji menambahkan, lahan urban farming seluas sekitar 300
meter persegi tersebut dikelola warga secara mandiri. Selain melon, warga
melakukan penanaman secara bergilir, seperti cabai, jagung, singkong, dan labu
madu. Beberapa jenis anggur juga dibudidayakan di lokasi tersebut.
Urban farming di lokasi itu mulai dikembangkan warga
sejak 2021 saat pandemi Covid-19. Bibit diperoleh secara mandiri melalui
pembelian daring dan sebagian mendapat dukungan dari Sudis KPKP Jakarta Barat.
“Untuk hasil panen, sebagian dijual dan hasilnya
dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan urban farming mandiri," pungkasnya. (Wan/Izu)