Pihaknya berharap metode tersebut dapat diterapkan di RT dan RW lainnya sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat masyarakat.
"Dengan menerapkan lubang biopori dapat menjadi nilai tambah berupa bahan organik yang bisa dipakai untuk pemeliharaan taman lingkungan," pungkasnya. (Kontri)





