Petugas gabungan Kecamatan Tambora dan PT KAI Royal membersihkan puing-puing bangunan dan tembok pembatas kereta yang ambruk di Jalan Bandengan III RT 10 RW 10 Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (20/2) pagi.
Lurah Pekojan, Sulistiowati mengatakan, peristiwa tembok pembatas kereta api yang ambruk terjadi sekira pukul 04.29 WIB. Diduga tembok sepanjang 10 meter dengan tinggi 4 meter, ambruk akibat terjadi pergeseran tanah pada pondasi pagar pembatas saat hujan turun sejak malam hari. Akibatnya, sejumlah bangunan dan dua motor tertimpa tembok yang ambruk.
"Ada sejumlah warung, konter pulsa, warung agen air mineral, dan WC umum, ambruk serta dua sepeda motor. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujarnya saat dihubungi.
Lebih lanjut, Sulistiowati menuturkan, petugas gabungan sebanyak 20 personel yang terdiri dari PPSU, Satpol PP, Damkar, serta tim PT KAI, melakukan pembersihan puing-puing tembok dan bangunan yang ambruk.
"Kami pihak kelurahan, membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk hingga menutup akses Jalan Bandengan III. Sementara tim PT KAI membersihkan puing-puing temboknya. Akses jalan sementara ditutup," katanya.
Pihaknya menargetkan pembersihan puing-puing tuntas dalam waktu beberapa hari ini. Sehingga akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan.
"Kami perkirakan 3-5 hari pembersihan puing-puing tembok yang roboh. Itu material tembok yang bisa dikerjakan dengan alat berat," tutur Sulistiowati
Sebelum peristiwa terjadi, pihak Kelurahan Pekojan telah mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi rawan longsor di sekitar ruas Jalan Bandengan III. Itu dikarenakan dengan masih tingginya curah hujan. Pihaknya meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuat sampah ke saluran air sekaligus memastikan saluran air tidak tersumbat.
"Diimbau kepada warga untuk tidak mendirikan bangunan atau lapak tambahan di area rawan longsor dan saluran air," tambahnya. (why)




