Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup menggelar workshop pemilahan sampah di Rumah susun (Rusun) Angke, RW 11, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/4).
Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menjelaskan, kegiatan worskhop pemilahan sampah merupakan upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Sehingga bisa diminimalisir pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang.
Selama ini permasalahan sampah di wilayah Jakarta Barat, khususnya di Rusun Angke masih menemui banyak kendala.
"Setelah meninjau, kami melihat wilauah ini memiliki potensi besar untuk pengelolaan sampah secara mandiri," ujarnya didampingi Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Ahmad Hariadi.
Sebagai tindak lanjut, lanjut Iin Mutmainnah, pihaknya akan membentuk tim yang secara teknis melakukan pengelolaan sampah di lingkungan Rusun Angke.
"Kami akan fokus membentuk tim bersama masyarakat untuk bekerja sama secara sinergi, mulai dari pengurangan, pemilahan hingga pengolahan sampah. Sehingga upaya menekan residu sampah hingga 30 persen yang dibuang ke TPST Bantar Gebang bisa terealiasi sesuai target yang ditetapkan," jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Ahmad Hariadi menambahkan, workshop pemilahan sampah rencananya dilakukan secara bergiliran di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat.
Para peserta workshop pemilahan sampah akan mendapatkan edukasi melalui pemberian materi pelatihan pengolahan sampah dari sumbernya agar bisa mengelola sampah menjadi produk bernilai jual, seperti kompos cair, ecobrick serta pembentukan bank sampah.
Untuk sampah residu, Ahmad Hariadi menuturkan, pihaknya tengah melakukan kajian pemanfaatan sampah residu yang didominasi sampah konveksi, seperti limbah kain, plastik, dan sebagainya.
"Hasil dari pengolahan sampah yang baik dan benar bisa menjadi ekonomi sirkular ekonomi bagi masyarakat di kawasan Rusun Angke," ujarnya.
Kegiatan workshop pemilahan sampah di Rusun Angke diisi dengan pemberian bantuan berupa peralatan pengolahan sampah untuk pembuatan kompos cair, tempat pilah sampah, lubang biopori disertai alat pembuat lubang biopori.
"Kami juga mendorong UPRS agar tenaga kebersihan Rusun bisa mulai melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dulu," jelasnya. (why)




