Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat akan mengadakan workshop pilah sampah untuk menekan produksi sampah pada warga rumah susun (Rusun) Angke di lingkungan RW 11, Angke, Tambora.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi mengatakan, dalam gerakan ini, pihaknya akan menghadirkan seluruh stakeholder untuk mendapatkan pemahaman dan cara memilah sampah.
"Kami menghadirkan semua stakeholder, seperti pengurus RT, RW, LMK, PKK RW, Dasawisma, Jumantik, petugas gerobak RW, petugas kebersihan dan sebagainya. Mereka kita hadirkan karena masalah sampah adalah tanggung jawab bersama," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4).
Dijelaskan Hariadi, selama ini masyarakat tidak bijak dalam mengelola sampah. Mereka hanya membuangnya ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
"Akibat warga rusun tidak bijak dalam kelola sampah. Sampah hanya dibuang saja sehingga menumpuk di TPS Rusun Angke," tukasnya.
Dalam gerakan pilah sampah, lanjut Hariadi, para penghuni Rusun Angke, khususnya petugas kebersihan, akan diajari pemilahan sampah organik dan an organik.
"Oleh karena itu, kami bersama aparatur kelurahan dan pengelola rusun akan membuat wokrshop pilah sampah sampai tuntas. Sehingga sampah dapat diselesaikan secara bersama-sama," jelasnya.
"Workshop pilah sampah ini menyasar setiap RW di Jakarta Barat. Sehingga, nantinya kami upayakan dalam satu atau dua minggu sekali ada kegiatan gerebek pilah sampah," sambungnya.
Ia menambahkan, selain butuh komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Sehingga timbulan sampah di TPS Rusun Angke bisa diatasi dengan baik.
Sebelumnya diberitakan, tumpukan sampah yang telah dibersihkan petugas PPSU Kelurahan Angke dan Sudis Lingkungan Hidup di Rusun Angke, RW 11 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, didominasi sampah konveksi dan sisanya warga sekitar. (why)






