Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (3/6).
Audiensi tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam mendukung upaya mitigasi banjir, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan wilayah yang berkelanjutan di Jakarta Barat.Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yang didampingi jajaran pejabat Pemkot Jakarta Barat, mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan lingkungan dan perkotaan.“Kami menanti peran aktif dan kontribusi nyata dari mahasiswa serta civitas akademika melalui penelitian, inovasi, dan aksi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Iin.Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Habieb, menyampaikan hasil observasi dan kajian mahasiswa terkait persoalan banjir, kondisi aliran sungai, serta sarana pengendalian banjir di Jakarta Barat.“Kami ingin menyampaikan aspirasi dan hasil kajian sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan banjir dan tanah longsor, khususnya di Kali Pesanggrahan dan Kali Angke,” katanya.Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta Barat dilakukan secara komprehensif melalui optimalisasi rumah pompa, pompa mobile, pengerukan saluran, serta kerja bakti rutin.“Lebih dari 150 unit pompa kami siagakan saat musim hujan. Kami juga terbuka terhadap masukan dari masyarakat dan mahasiswa untuk mempercepat penanganan genangan,” ujarnya.Pada audiensi tersebut, Iin Mutmainah juga memaparkan lima program prioritas Jakarta Barat yang sejalan dengan program Jaga Jakarta, yakni penataan kawasan bebas buang air besar sembarangan (ODF), penataan kawasan industri konveksi Tambora, mitigasi banjir dan genangan, pengurangan sampah dari sumbernya, serta pencegahan tawuran dan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan wisata kuliner malam di kawasan Kota Tua dan Pecinan.Audiensi berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif. Pemkot Jakarta Barat berharap mahasiswa dapat menjadi mitra strategis sekaligus agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mendukung upaya mewujudkan Jakarta Barat yang aman, bersih, sehat, dan bebas banjir. (Hfz)






