Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menuntaskan proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, RW 01, Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan anggaran untuk penyelesaian pembangunannya sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
"Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta (dinas) Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi pasti akan terselesaikan," ujarnya saat meninjau proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol, segmen Kemanggisan, Kamis (2/7).
Hadir dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Ika Agustin Ningrum, Asisten pembangunan dan lingkungan hidup Setda DKI, Afan Adriansyah Idris, Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta serta anggota DPRD DKI Jakarta.
Lebih lanjut, Pramono Anung menjelaskan, penataan Kali Grogol segmen Kemanggisan mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di sisi kanan dan kiri sungai. Pekerjaan tersebut telah dilengkapi dengan pemasangan dinding penahan banjir (parapet beton) dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak-Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta membangun jalan inspeksi di sepanjang segmen tersebut sebagai akses bagi petugas untuk memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur. Jalan inspeksi juga dilengkapi trotoar guna meningatkan keamanan dan kenyamanan akses di kawasan sekitar.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menuturkan, anggaran penuntasan proyek pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, telah disediakan sampai Desember 2026.
"Anggarannya sudah disediakan sampai Desember 2026, (Pengerjaannya) sampai dengan segmen tol, terdiri dari sheetpile, parapet beton, saluran u-ditch dan jalan inspeksi dengan total anggaran, Rp 62 miliar, multi years dari tahun 2025 sampai dengan Desember 2026," ujarnya.
Sebelum proyek pembangunan dimulai, lanjut Ika Agustin, pihaknya telah melakukan pengerukan sedimen lumpur dengan kedalaman 1 meter.
"Setelah project pembangunan, kami juga melakukan maintenance seluruh sungai, termasuk Kali Grogol, setiap tahun. Semua sungai dan saluran, 1-2 tahun dlakukan pengerukan," tambahnya. (why)






