Sidang Pleno dan penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kebon Jeruk 2026 membahas prioritas penanganan banjir yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kebon Jeruk, Kamis (26/2).
Dalam sambutannya, Sekretaris Kota (Sekko) Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim menekankan pentingnya akurasi dan transparansi dalam pengelolaan usulan warga.
"Hal ini penting saya sampaikan, jangan ada usulan dari masyarakat tidak terkawal dengan baik apalagi hilang hingga tidak terealisasi,. Sehingga harapannya memberi dampak dan manfaat yang baik bagi masyrakat" ujar Firman.
Untuk itu, Sekko memberikan instruksi khusus kepada tim teknis serta jajaran Camat dan Lurah. Kepada sudins teknis, pihaknya berpesan akurasi prioritas dalam mastikan usulan yang dipilih benar-benar mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat, kemudian inventarisasi menyeluruh dengan melakukan pendataan usulan yang masuk langsung ke UKPD, tidak hanya terbatas pada usulan Rembuk RW.
"Dengan memberikan informasi jelas sebagai edukasi mengenai rencana pembangunan 2027 dan menjelaskan kendala teknis (seperti status aset jalan) jika ada proyek tahun 2026 yang belum terealisasi guna menghindari miskomunikasi," katanya.
Ia menjelaskan pengawalan ketat terhadap usulan masyarakat mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi fisik. Kemudian penyelesaian kendala Fasos-Fasum dengan aktif berkoordinasi terkait masalah pengembang yang belum menyerahkan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum), yang kerap menjadi penghambat pembangunan oleh UKPD.
"Kami minta camat dan lurah untuk menjaga serta memantau setiap perkembangan pembangunan di lingkungan masing-masing secara berkala,' tuturnya.
Sementara itu, Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi mengungkapkan dirinya memprioritaskan penanganan banjir di wilayah Kebon Jeruk. Pada Musrenbang kali ini, pihaknya mencatat total ada 315 usulan yang dihimpun dari 7 kelurahan di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk.
"Dari total 315 usulan, sebanyak 300 usulan fisik dan 5 usulan non-fisik berhasil diakomodir. Namun, terdapat 10 usulan yang tidak dapat ditindaklanjuti karena kendala status aset dan hambatan teknis lainnya di lapangan," ujar Agus Mulyadi.
Prioritas utama Kecamatan Kebon Jeruk pada tahun 2026 tetap tertuju pada penanganan genangan air dan banjir. Salah satu proyek strategis yang menjadi sorotan utama adalah pembangunan Sheet Pile di RW 05 Kedoya Selatan. Dimana proyek ini dilaporkan masih memiliki progres di bawah 20%.
"Kami berharap pengerjaan dapat terus dipacu agar selesai sepenuhnya pada rentang tahun 2026 hingga 2027. Penutupan Musrenbang ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pemerataan pembangunan yang tepat sasaran bagi seluruh warga Kecamatan Kebon Jeruk," pungkasnya. (Hfz)






