Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat telah melakukan perbaikan 636 titik jalan rusak dan berlubang di wilayah Jakarta Barat, selama periode Januari hingga Maret 2026.
Berdasarkan data informasi Suku Dinas Bina Marga Jakbar, perbaikan jalan tersebut tersebar di delapan wilayah kecamatan, yakni 42 titik di Cengkareng, 137 titik di Grogol Petamburan, 52 titik di Kalideres, 133 titik di Kebon Jeruk, 72 titik di Kembangan, 91 titik di Palmerah, 26 titik di Taman Sari serta 83 titik di Tambora.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Taufik Hendayana, menuturkan, penanganan jalan rusak dan berlubang menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran pengguna jalan.
“Prioritas pada penanganan jalan rusak dan berlubang menyangkut keselamatan masyarakat. Dari Januari - Maret 2026, terdapat 636 laporan kerusakan jalan yang masuk dan seluruhnya telah kami tindaklanjuti hingga tuntas," ujarnya.
Dijelaskan Taufik, penanganan jalan rusak dan berlubang itu berdasarkan pemantauan rutin petugas lapangan, serta laporan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal pengaduan.
"Setiap laporan masyarakat yang masuk langsung diverifikasi di lapangan dan ditindaklanjuti tim. Selain itu, petugas juga rutin melakukan monitoring untuk mendeteksi potensi kerusakan jalan agar dapat diperbaiki lebih cepat sebelum menimbulkan risiko bagi pengguna jalan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sudis Bina Marga Jakarta Barat, Heri menambahkan, keberhasilan penanganan jalan rusak dan berlubang itu tak terlepas dari koodinasi internal yang solid di lingkungan Sudis Bina Marga.
“Kerja sama antara petugas lapangan dan tim administrasi menjadi kunci sehingga setiap laporan dapat terdata dengan baik dan segera ditangani,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyakat agar aktif melaporkan bila melihat jalan rusak atau berlubang di Jakarta Barat, sehingga segera ditindaklanjuti petugas.(why)





