Ketersediaan stok darah selama bulan Ramadan kerap menurun karena banyak orang yang sedang berpuasa menunda donor darah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK), saat menghadriri donor darah Ramadan dan buka puasa bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (9/3) sore. Hadir mendampingi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan jajaran.
Untuk itu, JK mengapresiasi Donor Darah Ramadan yang diselenggarakan Pemkot Jakbar bersama kolabolator tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerja keras untuk selalu mengadakan upaya menggalakkan donor besar-besaran untuk mengurangi kekurangan darah yang memang selalu terjadi di bulan Ramadan. Karena orang puasa itu kadang-kadang ingin menunda donor darahnya,” ujar JK.
Menurutnya, kebutuhan darah di Jakarta sangat tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan, Jakarta memerlukan sedikitnya 1.000 kantong darah setiap hari.
“Padahal Jakarta ini membutuhkan minimum 1.000 kantong per hari,” sebut JK.
Ia mengungkapkan, tingginya kebutuhan tersebut bukan hanya dari warga Jakarta, melainkan banyak pasien dari berbagai daerah di Indonesia datang berobat ke Jakarta. Sehingga kebutuhan darah pun meningkat di ibu kota.
“Itu dilakukan karena Jakarta ini pusat kesehatan Indonesia. Jadi bukan hanya orang Jakarta yang butuh kantong darah, tapi juga dari daerah-daerah lainnya datang berobat di Jakarta,” jelas JK.
Oleh karenanya, PMI sering menggelar kegiatan donor darah selama Ramadan pada sore hingga malam hari. Metode tersebut agar masyarakat yang berpuasa tetap bisa mendonorkan darahnya.
“Kalau umumnya pagi, ini kalau bulan puasa itu malam, sore atau malam. Itu selalu begitu metodenya di PMI,” pungkas JK.
Untuk diketahui, Donor Darah Ramadan digelar selama lima hari dari 9 hingga 13 Maret 2026. Dengan sasaran pendonor dari kalangan ASN, PPPK dan PJLP Pemkot Jakarta Barat, aksi kemanusiaan ini menargetkan sebanyak 5.000 kantong darah dari sekitar 6.700 pendonor. (Aji)





