Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengedukasi masyarakat terkait ciri-ciri makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya, diantaranya pewarna tekstil (rhodamin B) yang umumnya berwarna cerah atau terang.
"Pertama, hati-hati dengan warna yang terlalu mencolok. Kadang kita tertarik karena warnanya bagus, namun ternyata setelah diuji menggunakan pewarna tekstil," ujar Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, saaat dikonfirmasi, Jumat (6/3).
Ciri-ciri lainnya, misalnya untuk pangan mie, pilih mie tak terlalu keras, tidak terlalu mengilap dan tidak tercium bau formalin.
"Orang yang sensitif biasanya akan merasa perih atau mual saat mencium bau tersebut," ujarnya.
Ciri ketiga makanan yang mengandung boraks adalah memiliki tekstur yang keras saat ditekan, dan menyebabkan mata perih jika terpapar.
"Kalau makanan tahu, ditekan lembek, biasanya tidak menggunakan formalin. Kalau yang menggunakan formalin itu, dari baunya saja sudah tercium, bahkan bisa perih matanya," jelas Sofiyani.
"Terakhir, untuk bakso, biasanya yang mengandung boraks memiliki tekstur yang sangat kenyal. Untuk kerupuk, jika mengandung boraks, rasanya akan terasa getir di lidah," tambahnya.
BBPOM di Jakarta telah melakukan edukasi masyarakat agar dapat memilih sendiri makanan yang aman dan tidak mengandung bahan berhahaya.
"Ingat cek kemasan, label, izin edar dan masa kadaluwarsa," pungkasnya. (why)





