Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta melakukan pengawasan pangan takjil di Jalan Panjang Raya, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/3).
Kegiatan yang dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual masyarakat selama bulan Ramadan aman dan layak dikonsumsi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, mengatakan bahwa pihaknya bersama BBPOM di Jakarta serta anggota DPR RI, Charles Honoris, melakukan pengawasan panganan untuk berbuka puasa (takjil) yang terlihat sangat ramai di Jalan Panjang Raya .
"Pada bulan Ramadan ini kawasan Jalan Panjang sangat ramai oleh masyarakat yang berburu takjil. Karena itu fokus kami bersama legislatif hadir untuk memastikan makanan yang dijual benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Iin Mutmainah, menuturkan bahwa pengawasan makanan seperti ini dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan momentum serta pola konsumsi masyarakat. Pada bulan Ramadan, misalnya, pengawasan difokuskan pada jajanan takjil yang banyak dikonsumi masyarakat saat berbuka puasa.
"Jadi temanya menyesuaikan dengan momen dan kebutuhan konsumsi masyarakat. Saat Ramadan fokus pada takjil, nanti menjelang Idulfitri, kami juga melakukan pengecekan terhadap daging ayam, sapi dan bahan pangan lainnya," jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan pihaknya telah mengambil 34 sampel yang diduga mengandung bahan berbahaya. Dari jumlah sampel tersebut, dua sampel diantaranya positif menggunakan pewarna tekstil atau pewarna yang dilarang (Rhodamin B).
Selain BBPOM, lanjut Sofiyani Chandrawati Anwar, Sudis Kesehatan Jakarta Barat juga melakukan pengujian terhadap 31 sampel. Hasil pemeriksaan, semua sampek negatif artinya tidak ditemukan bahan-bahan kimia berbahaya.
"Jadi dari total 65 sampel yang diuji hari ini, ditemukan dua produk makanan yang mengandung rhodamin B," ujarnya.
Sebagai tindaklanjut temuan produk makanan mengandung rhodamin, tim BBPOM di Jakarta menarik produk makanan itu dari etalase untuk dimusnahkan.
"Kemudian, kami tentu akan menelusuri lebih lanjut siapa pedagang besarnya dan dimana pabriknya. Tujuannya adalah untuk memutus rantai distribusi agar produk tersebut tidak sampai ke tangan konsumen di tempat lain. Jenis makanan mengandung rhodamin B adalah kue mangkok dan bolu kukus," jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengapresiasi kerjasama yang baik antara Pemprov DKI Jakarta dengan Balai Besar POM di Jakarta yang bersama-sama melakukan pemeriksaan pangan di Jalan Panjang Arteri Kelapa Dua.
"Kerja sama seperti ini harus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli takjil dan mengonsumsi pangan di Jakarta. Karena keamanan pangan tidak selalu bisa terlihat secara kasat mata, maka tugasnya pemerintah dan BPOM yang memastikan makanan yang beredar aman dan layak konsumsi," jelasnya. (why)





