Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan delapan petugas untuk menangani kemacetan sebagai dampak pembangunan fly over Latumeten, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Kepala Satpel Perhubungan Kecamatan Grogol Petamburan, Budi Pantomo, delapan petugas Dishub tersebut menjalani tugas terbagi 2 shift (pagi dan malam) pada ruas Jalan Latumeten dan Makaliwe, Kecamatan Grogol Petamburan.
"Kalau di Jalan Latumeten, dekat stasiun kereta api Grogol, shif 1 dan 2. Shift 1 dari jam 06.00-13.00 WIB, sedangkan shift 2 dari jam 15.00-21.00 WIB. Sama juga di Jalan Makaliwe, dua shift," ujar saat dikonfirmasi, Kamis (21/5).
Budi melanjutkan, setiap shift terdapat dua petugas dinas perhubungan, dengan mengatur arus lalu lintas pada ruas jalan yang mengalami penyempitan seperti Jalan Makaliwe.
"Penyempitan terjadi karena ada pekerjaan erection girder pembangunan Fly Over (FO) Latumeten. Jalan yang semula dua lajur, sementara menjadi satu lajur," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga menginformasikan proses pembangunan flyover Latumeten yang telah memasuki pemasangan erection girder. Pekerjaan struktur utama dalam menopang beban lalu lintas tersebut menggunakan alat berat untuk mengangkat dan menempatkan gelagar beton pracetak pada posisi yang telah direncanakan.
Adapun pekerjaan pemasangan erection girder di sisi barat, Jalan Prof Dr. Latumeten, berlangsung pada 18 hingga 26 Mei 2026, pukul 22.00-04.00 WIB. Sedangkan, pekerjaan di Jalan Dr Makaliwe Raya, akan dilaksanakan pada 29 Mei-5 Juni, pada waktu yang sama guna meminimalisasi gangguan terhadap aktivitas lalu lintas pada siang hari.
Di sisi lain, Kepala Pusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, pada pelaksanaan pekerjaan sisi barat Jalan Prof Dr Latumeten, lalu lintas dari arah selatan (Flyover Grogol), arah timur (Roxy), dan arah barat (Jalan Daan Mogot) menuju utara untuk kendaraan besar dialihkan melalui Jalan Daan Mogot–Jalan P. Tubagus Angke.
Sementara kendaraan kecil dapat melintas melalui Jalan Hadiah–Jalan Hadiah 1–Jalan Hadiah 2–Jalan Prof. Dr. Latumenten Barat 3 atau melalui Jalan Dr. Susilo 1–Jalan Dr. Muwardi 1–Jalan Dr. Muwardi 2–Jalan Dr. Muwardi–Jalan Semeru dan seterusnya. Meski demikian, lalu lintas dari arah utara menuju selatan masih dapat melintas seperti biasa.
Kemudian, pada pekerjaan di sisi timur, Jalan Dr. Makaliwe Raya, kendaraan besar dari arah utara menuju selatan dialihkan melalui putaran sebelum Season City–Jalan Prof. Dr. Latumenten–Jalan P. Tubagus Angke–Jalan Daan Mogot dan belok kanan di simpang Jembatan Dua. Adapun kendaraan kecil dapat melalui Jalan Semeru–Jalan Dr. Muwardi–Jalan Dr. Susilo 1 dan seterusnya atau melalui Jalan Dr. Semeru 1.
"Sebelum pekerjaan kontruksi dimulai, kami telah beberapa kali melakukan sosialisasi secara langsung baik itu di tingkat kelurahan dan kecamatan serta memasang banyak banner pemberitahuan kepada pengguna jalan di posisi yang strategis sebelum mencapai lokasi pekerjaan," ujar Siti.
Selain pemasangan banner, lanjut Siti, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat melalui media sosial da website resmi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
Terkait penyempitan, lajur Siti menjelaskan bahwa Dinas Bina Marga telah mengoptimalkan pelebaran jalan pada area bahu jalan, yang sebelumnya trotoar, menjadi jalan beton serta melakukan perbaikan jalan di perlintasan kereta.
"Kami juga berkoordinasi dan mendapatkan bantuan dari pihak Kepolisian, Dishub, dan Pemangku wilayah terkait dari sebelum pelaksanaan pembangunan hingga proses pembangunan saat ini," tambahnya. (why)





