Dinas Bina Marga (BM) DKI Jakarta tengah memprioritaskan pembangunan dan peningkatan trotoar dan jalan di wilayah DKI Jakarta yang dilakukan secara bertahap, termasuk di wilayah Jakarta Barat.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, prioritas penanganan infrastruktur dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi eksisting, tingkat kebutuhan, intensitas aktivitas kawasan serta keterhubungan antar wilayah.
Menurut Siti Dinarwenny, prioritas penataan trotoar diarahkan untuk memperkuat konektivitas dengan sistem transportasi massal, seperti akses menuju halte bus, stasiun kereta serta simpul perpindahan moda.
"Pendekatan ini bertujuan menciptakan perjalanan yang lebih terintegrasi, aman dan nyaman bagi pejalan kaki, sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik melalui peningkatan akses first mile-last mile," tuturnya.
Untuk wilayah Jakarta Barat, Dinas Bina Marga Jakarta bersama Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, telah merencanakan pembangunan trotoar pada sejumlah ruas jalan pada tahun 2026. Sejumlah ruas jalan tersebut adalah Jalan S Parman, Jalan Roa Malaka Selatan, Jalan Palmerah Barat dan Jalan Meruya Ilir.
Sementara untuk pembangunan jalan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan memprioritaskan pemeliharaan dan peninggian jalan di kawasan permukiman. Ini dilakukan guna meningkatkan kualitas akses kendaraan bermotor serta meminimalisir adanya genangan air di badan jalan, terutama saat kondisi hujan dengan intensitas tinggi.
"Adapun total panjang pemeliharaan berkala jalan yang direncanakan akan dilaksanakan oleh Sudis Bina Marga Jakarta Barat pada tahun 2026, sepanjang 16,8 Km," jelasnya.
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong pemerataan pembangunan/peningkatan kualitas infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas serta mendukung mobilitas perkotaan yang lebih inklusif.
Sebelumnya, daily brief, 30 April 2026, menyoroti penilaian kondisi trotoar dan jalan yang baik dinilai lebih banyak terlihat di wilayah Jakarta Pusat, sementara Jakarta Barat dan sekitarnya disebut belum merasakan kondisi serupa. (why)





