Lima lurah di Jakarta Barat optimistis meraih hasil terbaik dalam ajang Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera (Benyamin S) Award 2026. Kelima wilayah yang masuk tahap verifikasi lapangan tersebut yakni Kelurahan Srengseng, Sukabumi Utara, Grogol, Tanah Sereal, dan Taman Sari.
Lurah Srengseng Tariswan mengatakan, pihaknya bersama masyarakat telah melakukan persiapan dengan melibatkan kader PKK, Karang Taruna, serta pengurus RT/RW. Sejumlah program unggulan yang disiapkan antara lain Hutan Kota Srengseng, urban farming Taladu, Galeri Batik Gobang, dan Taman Srengseng Bersinergi.
“Kami bersama warga dan seluruh elemen masyarakat sudah bersinergi. Semua sudah kami siapkan dan kami optimistis bisa memberikan yang terbaik,” ujar Tariswan saat ditemui di lokasi, Senin (21/9).
Senada dengan Lurah Sukabumi Utara, Ali Syahidin mengatakan, wilayahnya telah menjalankan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Program tersebut didukung urban farming, bank sampah, pengolahan sampah organik dengan maggot, sumur Teba, serta penataan taman makam wakaf.
“Ini bukan karena lomba saja, tetapi sudah menjadi kebiasaan warga. Kami berharap Sukabumi Utara dapat mewakili Jakarta Barat dan masuk nominasi tiga besar,” katanya.
Sementara itu, Lurah Grogol Adi Saputro menyebut persiapan dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak, lansia, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
“Mereka kompak dan guyub mendukung program pemerintah. Kami optimistis bisa meraih hasil yang terbaik,” ujarnya.
Lurah Taman Sari Abdul Malik Raharusun berharap seluruh upaya yang telah dilakukan dapat memberikan hasil maksimal. Ia mengapresiasi antusiasme warga dalam mendukung proses verifikasi lapangan.
“Kami sudah berupaya maksimal. Mudah-mudahan hasilnya terbaik dan bisa meraih Benyamin S Award,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Lurah Tanah Sereal, Tubagus Masarul. Ia mengatakan wilayahnya berfokus pada aspek kebersihan, termasuk pengelolaan sampah organik dan residu.
"Tentunya harapan kita menang, ya dalam lomba Benyamin S Award. Tapi, kami menyadari bahwa kita hanya mengikuti satu kategori, yakni bersih. Secara data, memang kita sudah tidak ada lagi sampah yang dbuang, hanya sampah organik yang dikirim untuk diolah di TPS 3R. Yang dibuang hanya residu," pungkasnya. (why)




