Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) kembali menggelar Pertemuan Rutin (Pertin) di Ruang Serbaguna A li Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (11/5). Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dari unsur pengurus TP PKK dan DWP se-Jakarta Barat tersebut mengangkat tema Dunia Perlindungan Anak. Tema ini dinilai relevan dengan tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat. Ketua TP PKK sekaligus Ketua DWP Kota Jakarta Barat, Ety Sartika Yuli Hartono, mengatakan bahwa perlindungan terhadap anak harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak. “Pertemuan ini bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perlindungan anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping anak,” ujar Ety.Ety berharap para anggota PKK dan DWP yang mendapat materi-materi dari para narasumber yang saling berkaitan, nantinya dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.“Anak-anak membutuhkan keluarga yang hadir dan lingkungan yang peduli. Mari kita jadikan rumah sebagai tempat ternyaman bagi anak untuk bercerita, belajar, dan bertumbuh dengan penuh cinta,” pungkasnya.
Diketahui, para peserta mendapat materi dari Psikolog Abednego, M.Psi., dan Dokter Spesialis Anak Dr. Meiriani Sari, M.Sc., Sp.A., AIFO-K. Materi yang disampaikan berfokus pada tiga aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Pertama, mengenai kesehatan fisik dan risiko dehidrasi pada anak, khususnya pemahaman bagi orang tua dalam menangani demam agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Kedua, terkait keamanan dunia digital dengan edukasi kepada orang tua agar lebih waspada terhadap risiko kecanduan gawai, perundungan siber (cyber bullying), hingga paparan konten negatif yang tidak sesuai usia anak dan Ketiga, pentingnya edukasi seks sejak dini melalui pengenalan batasan tubuh sebagai bentuk perlindungan diri agar anak berani menolak tindakan yang tidak pantas. (Tgh)





