Workshop Green Living at Home bertujuan untuk mendorong ketahanan pangan keluarga melalui budidaya tanaman di lahan terbatas yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (28/10).
Menghadirkan Pengelola RPTRA Kalijodo, Mario Wicaksono, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman menggunakan metode hidroponik dan akuaponik, termasuk pemanfaatan barang bekas seperti galon plastik sebagai media tanam.
Lurah Sukabumi Selatan, Anjas Umaryadi, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang urban farming yang dapat diterapkan di lingkungan rumah meskipun dengan lahan terbatas.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diimplementasikan oleh para peserta dan ditularkan kepada tetangga di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, upaya urban farming dapat semakin digalakkan di wilayah Kelurahan Sukabumi Selatan,” ujar Anjas sesuai keterangan yang diterima.
Menurutnya, budidaya tanaman di rumah dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah ketersediaan sumber pangan bergizi bagi keluarga.
Sementara itu, Mario Wicaksono menjelaskan, bahwa hidroponik sederhana menggunakan galon bekas dapat menjadi alternatif bagi warga yang ingin menanam sayuran tanpa membutuhkan lahan luas maupun media tanah.
"Kami memperkenalkan sistem sumbu (wick system), yang memanfaatkan kain flanel untuk menyalurkan larutan nutrisi ke tanaman," tuturnya.
Selain itu, lanjut Mario, metode akuaponik dapat diterapkan dengan mengintegrasikan budidaya ikan lele dan tanaman, sehingga limbah dari kolam ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman melalui sistem yang sesuai.
“Melalui metode hidroponik sederhana, masyarakat dapat memanfaatkan galon plastik bekas sebagai wadah untuk menanam kangkung. Teknik ini relatif ekonomis dan praktis sehingga dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing,” jelas Mario. (kontri)





