Warga Komplek Permata RW 07, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mengapresiasi kegiatan kerja bakti yang melibatkan jajaran Polres Metro Jakarta Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat, serta unsur empat pilar. Kegiatan tersebut dinilai membawa perubahan positif bagi lingkungan yang sebelumnya dipenuhi sampah dan lapak-lapak liar.
Ketua RW 07 Kedaung Kaliangke, Yeni Ritiau Napitupulu, mengatakan dirinya menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Metro Jakarta Barat, Wali Kota Jakarta Barat, Kapolsek, camat, lurah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kerja bakti tersebut.
“Kami dan warga di lingkungan ini sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres, Ibu Wali Kota, Bapak Kapolsek, camat, lurah, dan semua unsur yang membantu kami hari ini melakukan kerja bakti di lingkungan RW 07 Kedaung Kaliangke,” ujar Yeni saat diwawancara, Kamis (22/10).
Menurutnya, kegiatan tersebut membuat warga merasa senang karena lingkungan yang sebelumnya terkesan kumuh dan dipenuhi sampah mulai dibersihkan dan ditata. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
"Semoga kegiatan ini bisa maksimal dan lebih baik lagi ke depannya," tukasnya.
Selain kebersihan, Yeni juga berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat dapat menata kawasan bantaran Kali Apuran yang berada di wilayah RW 07. Ia mengusulkan pembangunan jalan lingkungan, sarana bermain anak, serta ruang terbuka hijau agar kawasan tersebut menjadi lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
“Kami berharap kawasan ini bisa dirapikan, dibuat jalan lingkungan yang aktif, sarana bermain anak, dan ruang terbuka hijau. Dengan begitu, lokasi yang sebelumnya rawan disalahgunakan untuk transaksi narkoba bisa berubah menjadi lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi warga,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Nur (34), warga RW 07 Kedaung Kaliangke. Ia mengaku senang dengan kerja bakti yang dilakukan petugas gabungan karena diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat.
“Saya perantau, bukan warga asli sini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, alhamdulillah lingkungan bisa menjadi lebih baik, lebih nyaman, dan menyenangkan. Semoga kondisi seperti ini bisa terus dipertahankan,” kata Nur.
Ia juga berharap penataan kawasan tersebut dapat membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu Lurah Kedaung Kaliangke, Muchamad Ghufri Fatchani mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan di area bekas penertiban lapak-lapak narkoba, sepanjang kurang lebih 800 meter.
"Setelah ditertibkan oleh kepolisian, kami selaku aparat pemerintah ingin merapihkan, menata lingkungan ini menjadi bersih dan juga berfungsi sebagaimana adanya. Karena lingkungan ini adalah awalnya jalan, jalan motor, mobil dan pengguna jalan lainnya. Nanti akan kami fungsikan seperti itu," jelasnya.
Terkait tempat pembuangan sampah, Lurah Gufri menyampaikan bahwa harini fokusnya membersihkan puing-puing lapak dan sampah. Kemudian, hari Sabtu nanti fokus pada pengerukan lumpur saluran air.
"Kami juga menyerap aspirasi masyarakat. Mereka intinya tempat sampah ini menjadi tempat bermain, mungkin lapangan bola atau RPTRA. Namun nanti kita akan bahas di tingkat walikota, area ini akan dijadikan apa, dan melihat status kepemilikan lahan/tanah," tukasnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat RW 07 Kedaung Kaliangke untuk membantu program pemerintah dalam menangani permasalahan, yakni penataan wilayah dan mengembalikan fungsi jalan sebagai jalan umum. (why)





