Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau proyek pembangunan long storage di kawasan Greenville, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (7/10).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus menindaklanjuti masukan masyarakat terkait pelaksanaan proyek yang ditargetkan selesai pada Desember 2027.
Dalam peninjauan tersebut, pihaknya bersama jajaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Kecamatan Kebon Jeruk, serta pelaksana proyek berdiskusi mengenai progres pekerjaan dan sejumlah kendala di lapangan.
“Tujuan kami kemari untuk meninjau bahwa proses pekerjaan ini memang multiyears sampai 2027. Ada beberapa informasi yang masuk dari masyarakat dan memang sudah kami tindak lanjuti,” ujar Iin.Menurut Iin, salah satu kendala di lapangan adalah kerusakan pipa PAM Jaya akibat aktivitas alat berat. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk mempercepat perbaikan agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.
“Alhamdulillah dari pihak PAM juga langsung menindaklanjuti sehingga tidak ada kesulitan mengenai air bersih,” katanya.
Iin menambahkan, selama perbaikan pipa berlangsung, PAM Jaya menyiapkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak. Pihaknya juga telah berdialog dengan Ketua RW dan LMK setempat untuk menampung masukan masyarakat."Kami komunikasikan kepada PAM Jaya dan juga kepada pihak SDA untuk segera ditindaklanjuti,” tuturnya.Sementara itu, Project Manager proyek, Dida, mengatakan long storage yang dibangun memiliki panjang sekitar 700 meter. Pekerjaan telah dimulai sejak Mei 2026 dan ditargetkan rampung sesuai kontrak pada Desember 2027.“Untuk secara teknis, kami saat ini pengerjaan long storage sepanjang total 700 meter. Untuk waktu pengerjaannya sampai Desember 2027,” jelasnya.Dida menjelaskan, pelaksanaan proyek menghadapi tantangan berupa keberadaan sejumlah utilitas bawah tanah, seperti jaringan PAM Jaya, Telkom, dan PLN. Selama pekerjaan berlangsung, terdapat sekitar tiga hingga empat titik pipa PAM Jaya yang terdampak dan seluruhnya telah diperbaiki.
“Jalur ini bersinggungan dengan utilitas, terutama PAM, Telkom, sama PLN. Untuk jalur mereka sendiri dari pihak utilitas tidak bisa menginformasikan di mana letak titik jalurnya. Sehingga ketika kami bekerja, baru diketahui di situ ada letak utilitasnya,” ungkapnya.
Terkait gangguan utilitas, Dida menyebut terdapat sekitar tiga hingga empat titik pipa PAM Jaya yang terdampak selama pekerjaan. Seluruhnya telah ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh pihak PAM Jaya.
“Kalau secara titik kurang lebih ada tiga sampai empat titik. Itu sudah langsung diperbaiki oleh pihak PAM,” pungkasnya. (Lam)





