​Kehadiran Wali Kota disambut hangat oleh pemilik Candra Naya, Luntungan Honoris, dengan iringan pertunjukan tarian tradisional dan atraksi barongsai. Turut hadir Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, Asekbang Setko Jakarta Barat Imron Syahrin, Camat Taman Sari Simson Hutagalung, serta Kasudin Parekraf Jakarta Barat Sherly.
Iin Mutmainah mengapresiasi keberagaman pertunjukan seni yang ditampilkan, mulai dari kebudayaan Tionghoa, tari sufi, hingga Wayang Potehi. Menurutnya, akulturasi ini sangat penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
​"Sejak pukul 13.00 WIB, kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan akulturasi seni dan budaya. Hal ini sangat penting bagi kita, khususnya bagi generasi muda dan anak-anak, agar mereka memahami kebudayaan yang memiliki banyak manfaat," ujar Iin.
​Menjaga Kondusivitas di Tengah Keberagaman, Wali Kota juga menekankan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini terasa spesial karena bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan. Ia bersyukur bahwa dinamika kehidupan beragama di Jakarta Barat tetap berjalan kondusif dan harmonis.
​"Alhamdulillah, sejak pergantian tahun, mulai dari perayaan Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Cap Go Meh yang kini bertepatan dengan bulan Ramadan, seluruh kegiatan keagamaan umat di Jakarta Barat berjalan dengan baik. Kami bersama jajaran Forkopimko, bapak kapolres, dan bapak dandim, senantiasa bersinergi menjaga lingkungan agar tetap aman," tambahnya.
Iin menyampaikan pesan dari Gubernur DKI Jakarta agar masyarakat terus memperkuat kolaborasi di tengah situasi global yang menantang. Ia berharap semangat "Tahun Kuda" di tahun 2026 ini membawa percepatan dalam pencapaian kesejahteraan bagi seluruh warga.
​"Memasuki tahun Kuda ini, kita berharap dapat melaju cepat menuju tujuan, layaknya lari seekor kuda. Semoga seluruh hadirin diberikan kemudahan, kesehatan, dan kesejahteraan di tahun 2026 ini," pungkasnya. (Tgh/Lam)





