Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 485 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama tiga bulan.
"Dari Januari hingga Maret 2026 kami telah menjangkau sebanyak 485 orang PPKS,” sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, Selasa (7/4).
Ia pun menyebut hasil penjangkauan per bulan, yakni Januari 143 orang, Februari 203 dan Maret 139.
Lebih lanjut Fajar merinci, dari 485 itu yang paling banyak pak ogah yakni 134 orang. Kemudian gelandangan 108 orang, psikotik/ODMK 91, pengemis 24, pengamen sepuluh, pemulung tujuh, asongan tiga, wanita satu, dan PMKS lainnya sebanyak 107 orang.
Ratusan PPKS itu dijangkau dari sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat. Pihaknya juga telah menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut.
Beberapa di antaranya Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua. Sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
“Jika ada PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," jelas Fajar
Adapun PPKS asal dari Jakarta namun tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen," pungkasnya. (Aji)





