Untuk menghindari kemacetan di Jalan Latumeten terkait pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Flyover (FO) di area tersebut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyampaikan jalur alternatif bagi pengendara.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI, Siti Dinar Wenny, menuturkan pengendara yang datang dari arah barat atau Jalan Daan Mogot menuju Jakarta Utara, dapat melewati Jalan Pangeran Tubagus Angke.
Lalu, pengendara dari Jalan Daan Mogot dapat mengambil rute alternatif menuju Jalan Tubagus Angke dari kawasan Pesing dan berujung di persimpangan Latumeten dengan kawasan Jembatan Dua.
"Sementara, dari arah sebaliknya, yaitu dari utara atau Kota, pengendara dapat melalui Jalan KH Moh Mansyur," jelas Wenny saat dikonfirmasi, Jumat (13/2).
Nantinya, dikatakan Siti Dinar, rute alternatif dari Jalan KH Moh Mansyur akan melintasi Jalan KH Hasyim Asyari dan berujung di Jalan Kyai Tapa. Pihaknya mengimbau para pengendara tetap berhati-hati saat melintas, terutama yang tetap harus melewati area proyek di Jalan Latumeten.
"Harap patuhi rambu lalu lintas dan tetap berhati-hati dalam berkendara demi keselamatan bersama," tutur Wenny.
Hingga kini, pembangunan flyover Latumeten terus berlanjut dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
"Pekerjaan yang berlangsung pada pekan pertama Februari ini meliputi perancangan, Detour, Borepile, Pilecap, Drainase, dan operasional Halte Busway sementara," sebut Wenny.
Flyover ini nantinya akan menghubungkan berbagai moda transportasi publik dan mengurangi kemacetan.
"Pembangunan Flyover Latumeten sebagai upaya untuk mengurai kemacetan serta mengintegrasikan layanan moda transportasi Kereta Api dengan Transjakarta," pungkasnya. (Aji)





