Menjelang Induladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) mulai melakukan inspeksi dan pemeriksan pada tempat penampungan hewan kurban (TPnHK).
Kepala Seksi Peternakan Sudis KPKP Jakarta Barat, Tanti mengatakan, pihaknya mulai melakukan inspeksi pada awal Mei 2026 hingga sebelum perayaan Iduladha 1447 H.
"Kami baru mulai melakukan inspeksi pada awal Mei hingga sebelum Iduladha. Inspeksi mencangkup pemeriksaan fisik, kesehatan hewan maupun perizinan pada tempat penampungan hewan kurban di Jakarta Barat," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).
"Hari ini, sejumlah lokasi penampungan telah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang meliputi pengecekan kuku dan mata serta keaktifan hewan. Tapi, bila ditemukan tanda-tanda sakit mata, kami akan menyiapkan vitamin serta obat mata," sambungnya.
Dari informasi yang dihimpun, Sudis KPKP Jakarta Barat telah melakukan inspeksi terhadap sejumlah lokasi penampungan hewan kurban, diantaranya penampungan hewan kurban di RT 5 RW 13 Jalan Kemanggisan Raya (Palmerah), Jalan Menceng Raya (Cengkareng Barat), Jalan Jaya 29 (Cengkareng Barat), dan RW 01 Jalan Meruya Ilir Raya (Kebon Jeruk)
"Sebanyak 74 ekor sapi telah diperiksa lokasi penampungan di Jalan Kemanggisan Raya, 70 ekor sapi di lokasi penampungan Jalan Menceng Raya, 93 ekor sapi di lokasi penampungan Jalan Jaya 29, dan 46 ekor sapi di lokasi penampungan Jalan Meruya Ilir," jelasnya.
Lebih lanjut, Tanti menyampaikan, meski belum banyak hewan kurban yang diperiksa, namun sejumlah TPnHK mulai bermunculan pada sejumlah wilayah di Jakarta Barat, terutama di wilayah Kecamatan Kalideres.
"Berdasarkan informasi, ada sejumlah tempat/lahan kosong yang disiapkan untuk dijadikan TPnHK," tuturnya.
Untuk surat perizinan, lanjut Tanti, pihaknya juga memastikan seluruh hewan yang diperiksa di lokasi penampungan memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal. Sehingga hewan kuban yang dijual dipastikan memenuhi ketentuan berlaku.
"Dalam pemeriksaan, kami melibatkan sejumlah tim gabungan, dari Sudis KPKP, dan dokter hewan Institut Pertanian Bogor (IPB)," jelasnya. (why)





