Ketua Pokja 4 bidang kesehatan keluarga dan lingkungan TP PKK Kota Jakarta Barat, Sri Mulyati melakukan rapat kordinasi dalam rangka persiapan monitoring dan evaluasi (Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana) tingkat DKI Jakarta, di Ruang Aula Kantor Kelurahan Keagungan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (19/1).
Rapat dihadiri oleh Camat Taman Sari, Simson Hutagalung, Lurah Keagungan, Sahat M. Simorangkir, Ketua TP PKK Kecamatan Taman Sari, Tri Angelina Simson Hutagalung, Ketua TP PKK Kelurahan Keagungan, Norayanti Sahat M, para pengurus TP PKK Kelurahan dan RW di lingkungan Kelurahan Keagungan serta perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kami mengajak sejumlah suku dinas teknis untuk meminta bantuan ilmunya dalam membina Kelurahan Keagungan menjadi lokus GKSTTB bidang menuju keuangan sehat," ujar Ketua Pokja IV TP PKK Kota Jakarta Barat, Sri Mulyati.
Dijelaskannya, tujuan dari kegiatan ini adalah menggerakkan dan mengedukasi masyarakat agar mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, memiliki lingkungan yang baik serta memilik perencanaan kehidupan yang berkualitas.
"Jadi bagaimana program GKSTTB ini masyarakat sekitar akan merasakan manfaatnya dari program ini. Selain itu, pemilihan lokus (lokasi fokus) di sini bukan memilih wilayah yang sudah bagus, tapi memilih memang yang diperlukan untuk dibina menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Menyinggung program GKSTTB bidang menuju keuangan sehat, Sri Mulyati menjelaskan bahwa di lokasi fokus (lokus) RW 09 Kelurahan Keagungan masih banyak warga yang memiliki penghasilan tidak tetap.
"Misalnya (penghasilan tidak tetap-red), ada penghasilan dari ojek online dan pedagang es. Kemudian, bagaimana caranya meningkatkan penghasilan masyarakat tidak tetap ini supaya memiliki penghasilan lain, mungkin ibunya atau bapaknya, dengan cara dibina untuk diberikan pelatihan," jelasnya.
Sebelumnya, Lurah Keagungan, Sahat M. Simorangkir berharap agar program GKSTTB bidang menuju keuangan sehat di RW 09 Kelurahan Keagungan bisa dimaksimalkan.
"Oleh karena itu kami butuh dukungan sudis teknis. Selama ini lokus telah berjalan maksimal oleh ibu PKK kelurahan dan RW. Kalau ada yang kurang, teman-teman SKPD bisa menambahkan lagi. Terimakasih," jelasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Keagungan, Norayanti Sahat M. Simorangkir mengatakan bahwa dipilihnya lokus RW 09, karena wilayah ini masih rentan kesehatan, seperti stunting, balita dibawah garis merah, serta penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan sebagainya.
"Penyakit-penyakit seperti ini yang akan menimbulkan biaya berkepanjangan sehingga menganggu stabilitas keuangan. Di wilayah ini juga masih ada kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan atau bekerja tidak tetap seperti pengemudi ojek online, pedagang dan sebagainya," tambahnya. (why)





