Untuk memperkuat ekosistem ekonomi sirkular, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat akan meningkatkan kapasitas Bank Sampah Induk (BSI) Satu Hati.
“Bank Sampah Induk ini kita tingkatkan kapasitas pelayanannya, mulai dari penambahan mesin hingga memperkuat kerja sama dengan off-taker atau industri daur ulang,” jelas Kasudis LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).
Pihaknya juga meminta Bank Sampah Induk (BSI) tidak lagi melakukan pemilahan sampah dari bank sampah unit. Menurutnya, proses pemilahan seharusnya sudah dilakukan di tingkat masyarakat sebagai sumber produksi sampah.
“Pemilahan itu tugas di hulu, di masyarakat. Jadi bank sampah induk (BSI) fokus pada layanan dan distribusi, bukan memilah lagi,” ujar Hariadi.
Dengan sistem tersebut, sambungnya, proses pengangkutan sampah dari bank sampah unit ke induk menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah.
“Masyarakat dan pengelola bank sampah unit jadi lebih percaya karena harga yang kompetitif, langsung dari off-taker, serta layanan yang semakin cepat,” tandasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini BSI Satu Hati mampu menampung hingga 13 ton sampah per hari.
“Hingga Maret tercatat 587 bank sampah unit di Jakarta Barat, meski sekitar 172 di antaranya belum aktif,” sebutnya. (Aji)






