Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jelambar berhasil mengumpulkan sebanyak 420 kg sampah yang bisa dijual di bank sampah bahagia Kelurahan Jelambar.
Lurah Jelambar, Pradoata Machdala Putra mengatakan terdapat 20 anggota PPSU Kelurahan Jelambar yang aktif berpartisipasi dalam pengelolaan dan pemilahan sampah di daerah tersebut
"Untuk mengurangi volume sampah yang terus meningkat, salah satu solusi yang diterapkan adalah pembentukan bank sampah, yang merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, menggabungkan konsep pelestarian lingkungan dan nilai ekonomi," katanya di bank sampah di halaman Kantor Kelurahan Jelambar, Rabu (6/5).
Proses kerja bank sampah, lanjut Pradista dilakukan dengan sederhana dan terstruktur, yaiti PPSU mengumpulkan berbagai jenis sampah kering yang telah dipilah, termasuk gelas, kardus, dan kaleng.
"Hasil pemisahan sampah mencakup gelas, ember warna, besi, dan beberapa jenis sampah yang lain. Setiap kelompok sampah ditimbang dan dicatat, sebelum disetorkan ke bank sampah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," ujarnya.
"Bank sampah bukan hanya sekadar tempat pengumpulan sampah, tetapi juga gerakan perubahan menuju pola hidup yang lebih peduli lingkungan," sambungnya.
Lebih lanjut, Pradista menambahkan dengan kolaborasi dan kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah dapat ditegakkan secara lebih efektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Dengan memanfaatkan sampah secara bijak, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang bermanfaat. Sudah saatnya kita menjadikan sampah sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah," pungkasnya. (Kontri)





