Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta rencananya akan membangun gudang penyimpanan obat-obatan yang baru pada Februari 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat, Sahruna, menyusul insiden kebakaran yang menghanguskan gudang penyimpanan obat sebelumnya.
“Sudah direncanakan pembangunan Gudang Sudiskes Jakarta Barat. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2026,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/1).
Dingungkapkan, lokasi pembangunan gudang baru itu berada di wilayah Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng. Nantinya gudang tersebut akan difungsikan untuk menyimpan seluruh jenis obat-obatan, termasuk vaksin yang digunakan bagi kebutuhan pelayanan kesehatan di Jakbar.
“Mulai proses pembangunan di bulan Februari mendatang. Untuk semua obat dan vaksin,” ujar Sahruna.
Sebelumnya diberitakan, Sudiskes Jakbar memberikan klarifikasi terkait hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Anggota DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana. Di mana, ia menilai fasilitas penyimpanan obat dan vaksin di Jakarta Barat dalam kondisi kurang layak.
Pada sidaknya, Yudha menemukan ruang penyimpanan obat dan vaksin di Kantor Wali Kota Jakarta Barat serta Puskesmas Grogol Petamburan dinilai terlalu sempit dan tidak memenuhi standar penyimpanan yang layak.
Menanggapi hal tersebut, Sahruna menjelaskan, sebelumnya pihak Sudiskes memiliki gudang penyimpanan obat yang memenuhi standar di wilayah Cengkareng. Namun, gudang tersebut mengalami kebakaran akibat korsleting listrik pada Mei 2024 silam.
“Gudang penyimpanan obat kami terbakar karena korsleting listrik. Setelah itu, kami tidak lagi memiliki tempat penyimpanan untuk obat-obatan yang masih selamat maupun sebagai buffer obat,” jelas Sahruna melalui keterangan tertulis, Rabu (21/1).
“Akhirnya kami meminjam ruangan di puskesmas. Namun, hanya Puskesmas Grogol Petamburan yang memiliki ruang untuk menyimpan obat program buffer Sudiskes,” pungkasnya. (Aji)





