Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menyiapkan transformasi titik-titik lokasi sampah di area Rusun Tambora, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, menjadi ruang hijau.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menjelaskan perubahan ini dilakukan melalui penataan lingkungan sekaligus penerapan konsep pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat setempat.
“Memang kemarin juga ada beberapa persoalan di mana sampah yang dibuang masyarakat di situ menjadi perhatian kita. Itu menjadi tumpukan sampah yang menjadi persoalan,” ujar Iin saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).
Kendati demikian, sambung Iin, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, kawasan tersebut ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lingkungan yang lebih produktif dan tertata.
“Tetapi kemudian setelah kami lihat di lapangan, ini kemungkinan di wilayah itu ada potensi untuk pengelolaan sesungguhnya. Tinggal kita fokus dengan membentuk tim bersama masyarakat untuk kerja sama secara sinergi,” jelasnya.
Lebih lanjut Iin mengatakan, pihaknya akan menghadirkan sejumlah fasilitas baru di kawasan rusun, mulai dari area pemilahan sampah, lokasi urban farming (pertanian perkotaan), hingga ruang terbuka interaktif yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk anak-anak.
Menurutnya, konsep itu tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Dari hasil urban farming itu kan bisa dimanfaatkan, jadi akan terjadi sirkular ekonomi,” tuturnya.
Melalui urban farming, lanjut Iin, hasil tanaman nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dijual guna menambah penghasilan. Selain itu, pengelolaan sampah juga diarahkan untuk mendukung ekonomi sirkular.
Sementara sampah organik akan diolah menjadi kompos, dan sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.
“Kalau ibu-ibunya sudah semangat jadi penggerak pemilah dan pengolah sampah, saya rasa akan mengajak anak-anak atau mungkin warga yang lainnya,” tandasnya.
Iin menambahkan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pembersihan total pada area yang sebelumnya menjadi titik penumpukan sampah. Ke depan, lokasi tersebut akan ditata ulang dan diawasi agar tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah liar.
“Ini dalam proses pembersihan. Semua harus bersih total, kita akan komunikasikan dengan pengurus RW, RT, dengan Pak Lurah untuk sama-sama menjaga lingkungan itu tidak lagi ada buangan sampah di lokasi itu,” pungkasnya. (Aji)





