Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengimbau kepada para pelaku usaha retail, mal, pariwisata dan rekreasi untuk menjaga kondusfitas selama Ramadan 1447 Hijriah. Drngan tujuan untuk menyelaraskan aturan operasional tempat hiburan dan rekreasi selama masa ibadah puasa.
Hal ini disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Jakarta Barat, Imron Sahrin saat membuka pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Kembangan, Jumat (27/2).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Jakarta Barat, Imron Sahrin, menjelaskan Pemkot Jakbar mengajak seluruh pengelola dan pelaku usaha hiburan serta rekreasi untuk mematuhi regulasi yang berlaku, terapkan disiplin operasional guna menghormati kekhusyukan umat Islam yang menjalankan ibadah.
"Kami mengajak para pelaku usaha untuk tetap mematuhi peraturan yang ada. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini telah kooperatif dalam menjaga situasi wilayah agar tetap kondusif," ujar Imron.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kasudin Parekraf) Jakarta Barat, Sherly, mengungkapkan keunikan kalender perayaan tahun ini, lantaran saat ini merupakan siklus 32-33 tahunan, di mana berbagai hari besar keagamaan jatuh dalam waktu yang sangat berdekatan.
"Tahun ini sangat istimewa karena kita merayakan Imlek, Cap Go Meh, Ramadan, Idulfitri, hingga Paskah dalam rentang waktu yang beriringan. Ini adalah momentum untuk menunjukkan toleransi dan kebersamaan," jelas Sherly.
Sementara itu, perwakilan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Fery, menyatakan kesiapan pihak pengelola mal dalam menyambut rangkaian hari besar tersebut.
Menurutnya, pusat-pusat perbelanjaan saat ini telah bersolek dengan dekorasi tematik yang menyesuaikan perayaan yang sedang berlangsung.
Selain aspek estetika, APPBI juga melakukan langkah konkret berikut, seperti aksi sosial dengan menyelenggarakan kegiatan donor darah di berbagai mal.
"Kami imbau kepada para pengusaha hiburan malam di area mal untuk menyesuaikan aturan operasional (tutup) sesuai ketentuan selama bulan Ramadan," ucapnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menciptakan harmoni antara aktivitas ekonomi dan kekhusyukan ibadah masyarakat di wilayah Jakarta Barat selama Ramadan dan Idulfitri mendatang. (Hfz)






