Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama jajaran legislatif dan ratusan petugas gabungan menggelar aksi kerja bakti serentak di wilayah RW 08, Kelurahan Kalideres, Minggu (12/4).
Fokus utama kegiatan ini adalah normalisasi saluran Penghubung (PHB) Buaran guna meminimalisir risiko banjir yang kerap menghantui warga saat intensitas hujan tinggi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menekankan pentingnya normalisasi saluran air secara menyeluruh. Ia menyoroti kondisi sedimen lumpur pada saluran PHB Buaran sepanjang 430 meter yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembersihan mendalam.
"Kegiatan kerja bakti ini berfokus pada pengerukan sedimen pada saluran yang sudah lama tidak tersentuh, bahkan sejak tahun 1985. Kita harus memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir untuk mencegah genangan, khususnya di titik rawan Kalideres, Cengkareng dan sekitarnya" ujar Iin.
Lebih lanjut, Iin menyebutkan upaya memitigasi resiko banjir dan persoalan sampah lingkungan ini tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Pihaknya mengajak semua stakeholder dan warga masyarakat bersinergi mewujudkannya.
"Kita perlu saling bergandeng tangan, kolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan Kota yang bebas banjir, bebas sampah dan mewujudkan kota yang bersih dan sehat," tegasnya.
Selain penanganan banjir, Iin memaparkan rencana strategis pembangunan fasilitas air bersih (embung) oleh PAM Jaya di wilayah TPU Tegal Alur. Lokasi tersebut dipilih melalui kajian teknis karena kontur tanah yang rendah dan sering terdampak luapan air dari jalur tol.
Aksi nyata ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB, Ahmad Ruslan, menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayahnya memerlukan intervensi kebijakan di tingkat kota yang terintegrasi, bukan sekadar solusi parsial di tingkat kelurahan.
"Kalideres ini 'kampung' saya, jadi saya paham betul keluhan 5 sampai 6 RW di sini yang selalu was-was saat hujan. Kehadiran Ibu Wali Kota hari ini membawa harapan besar bagi warga akan solusi konkret penanggulangan genangan," kata Ruslan.
Ia juga memuji program pemilahan sampah di RW 08 sebagai langkah cerdas pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Wakil Camat Kalideres, Ziki Zulkarnain, menjelaskan bahwa kerja bakti massal ini melibatkan sedikitnya 200 petugas gabungan yang terdiri dari unsur PPSU, Dawis, PKK, hingga Suku Dinas terkait.
"Sesuai arahan Gubernur dan surat tugas Wali Kota, aksi ini dilakukan serentak. Di RW 08 Kalideres, selain pengerukan PHB, kami juga melakukan pembuatan lubang biopori di berbagai titik untuk meningkatkan daya serap tanah," jelas Ziki.
Selain pengerukan, aspek keamanan juga menjadi sorotan. Pemkot Jakarta Barat berkomitmen meningkatkan pengawasan di sisi saluran air guna mencegah kecelakaan, belajar dari insiden anak hanyut yang pernah terjadi sebelumnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD DKI Komisi A Hilda Kusuma Dewi, Plt. Camat Kalideres Raditian Ramajaya, Lurah Kalideres Rizky Raya Dwiputra, serta tokoh masyarakat dan warga setempat yang bahu-membahu membersihkan lingkungan demi kenyamanan bersama. (Hfz)






