Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Universitas Respati Indonesia (Urindo) siap berkolaborasi dan bekerjasama untuk mematangkan Nota Kesepakatan (MoU) kolaborasi strategis bidang pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan bahwa kolaborasi pentahelix ini merupakan upaya kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga dalam mendukung transformasi Jakarta Menuju Kota Global. diharapkan kerja sama ini bersifat aplikatif dan berdampak langsung pada kemandirian masyarakat.
Salah satunya penetapan Kecamatan Tambora sebagai lokus pemberdayaan masyarakat. penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan Intervensi lintas sektor untuk mengangkat taraf hidup warga. pengembangan sektor konveksi, melalui pemberdayaan para pengrajin konveksi agar lebih kompetitif dan mandiri secara ekonomi dan kemandirian masyarakat, yaitu menyiapkan warga dalam menyongsong status Jakarta sebagai pusat bisnis dan kota global.
Menurutnya dua bidang yang menjadi prioritas utama untuk segera dieksekusi dalam kerjasama nanti, yakni bidang kesehatan dan produksi pertanian perkotaan (urban farming).
"Dua hal ini menjadi prioritas utama bagi pemberdayaan masyarakat di Tambora. Ini dapat dijadikan pilot project,"ujar Iin Mutmainnah saat memimpin rapat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (23/2)
Sementara itu, Rektor Urindo, Prof. Dr. Cicilia Windiyaningsih, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Pada prinsipnya kami menyetujui usul dari Pemkot Jakbar terkait 2 prioritas utama pemberdayaan masyarakat di Tambora nanti. Sementara terkait penyelesaian MoU atau nota kesepakatan akan kami percepat proses permohonannya ke biro KSD Pemprov DKI Jakarta," ujar Prof. Cicilia.
Cicilia menambahkan, kerjasama nantinya direncanakan mencakup enam bidang utama, antara lain bidang pendidik, kesehatan, produksi Pertanian Perkotaan (Urban Farming), ekonomi dan pemberdayaan UMKM, Sosial Budaya dan lingkungan hidup.
Terkait aspek administrasi, pembahasan detail mengenai MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan dilanjutkan secara intensif baik melalui pertemuan rapat daring (zoom meeting) maupun luring. Hasil final dari draf kerja sama ini nantinya akan diajukan ke Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Pemprov DKI Jakarta untuk legalitas formal.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Tri Munanto, jajaran rektorat Urindo, Camat Tambora, Pangestu Aji, serta para kepala Suku Dinas (Sudis) dan unit perangkat daerah terkait lainnya. (Hfz)






