Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat tengah mempersiapkan Lomba Kelurahan Tingkat Kota Jakarta Barat Tahun 2026.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan bahwa tahapan presentasi atau paparan merupakan instrumen penting. Selain itu, kesuksesan lomba bukan hanya soal data di atas kertas, melainkan kemampuan mengomunikasikan keberhasilan wilayah.
"Presentasi memiliki bobot nilai tertinggi, yaitu 55%, dalam penilaian lomba Kelurahan. Fokus penilaian ada pada penampilan, performa saat menjelaskan, serta kemampuan meyakinkan asesor mengenai apa yang telah dikerjakan," ujarnya usai memimpin rapat persiapan lomba kelurahan di Ruang Rapat Wali Kota Jakarta Barat, Senin (2/3),
Iin menjelaskan, pada para lurah untuk tetap tenang dan lugas saat menghadapi sesi tanya jawab atau debat dengan tim penilai, dengan alasan untuk membuktikan bahwa program yang dipaparkan benar-benar dikuasai dan dilaksanakan secara mandiri oleh pihak kelurahan. Salah satunya yaitu strategi identifikasi potensi unggulan di tingkat Rukun Warga (RW) sebagai daya tarik utama.
Sementara untuk tim penilai Pemkot Jakbar akan melibatkan tenaga ahli kampus di Jakbar, dengan tujuan untuk mempertajam strategi komunikasi, literasi digital, dan kemampuan narasi publik para perangkat kelurahan. Iin memastikan bahwa kelurahan yang terpilih tidak akan berjuang sendiri.
"Akan dibentuk Tim Kota yang melibatkan UKPD terkait dan akademisi. Kita punya dukungan kolektif dari semua Kelurahan lainnya yang ada di Jakbar, 8 kecamatan, dan berbagai suku dinas," tambahnya.
Di tempat yang sama, Asisten Pemerintahan (Aspem) Jakarta Barat, Holi Susanto, menungkapkan dirinya minta para lurah yang nantinya ditunjuk mewakili wilayah, baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional untuk menganggap tugas ini sebagai amanah besar.
"Mulai saat ini, gali seluruh potensi dan kelebihan di wilayah masing-masing. Asah kemampuan komunikasi agar saat di depan asesor, para lurah bisa tampil mengesankan dan membanggakan Jakarta Barat," pungkasnya. (Hfz)






