Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjangkau sebanyak 1.116 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sejak Januari hingga Juli 2026.
"Periode Januari-Juli 2026 totalnya 1.116 orang PMKS. Rinciannya, Januari 143, Februari 203, Maret 139, April 168, Mei 160, Juni 137 dan Juli 166 orang,” sebut Kepala Sudis Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono saat dihubungi, Senin (3/8).
Lebih lanjut diungkapkan Fajar, PMKS yang paling banyak dijangkau adalah gelandangan yakni 308 orang. Selanjutnya psikotik/ODMK 251, pak ogah 184, pengemis 64, pengamen 56, pemulung 18, asongan 14, anak jalanan enam, tukang pijit tiga, wanita satu dan PMKS lainnya 211 orang.
Fajar menyebut, pihaknya melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) menjaring PMKS di beberapa titik rawan wilayah Jakbar. Antara lain, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua, Terminal Kalideres dan sekitar kawasan Kota Tua.
Diungkapkan Fajar, sebagian besar PMKS yang dijangkau dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapat pembinaan dasar melalui asesmen petugas. PMKS bukan berasal dari DKI Jakarta direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal.
“Adapun PMKS asal dari Jakarta tapi tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan. Perujukkan pembinaan sesuai klasifikasi hasil asesmen," pungkasnya. (Aji)





