Halaman Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat dijadikan lokasi pengembangan yang dimanfaatkan untuk pertanian perkotaan (urban farming).
Area yang dimanfaatkan seluas sekitar 50 meter persegi di area pojok barat, tepatnya sebelah akses masuk halaman kantor kelurahan. Selain sebagai lokasi menanam berbagai pohon produktif, lahan urban farming yang dinamai Gerbang Utama Taman Hatinya PKK Kelurahan Krukut itu juga dilengkapi kolam gizi.
Menurut Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Krukut, Bosman Butarbutar, Gerbang Utama Taman Hatinya Kelurahan Krukut merupakan pengembangan dari urban farming yang sudah ada sejak beberapa tahun belakangan.
Sebelumnya, urban farming memanfaatkan lahan seluas 80 meter persegi di halaman Rumah Dinas Lurah Krukut.
"Kami ingin Gerbang Utama Taman Hatinya PKK ini bisa menjadi area display sebagai percontohan untuk memotivasi warga masyarakat," jelasnya, Senin (6/7).
Lebih lanjut ia menyebut, di Gerbang Utama Taman Hatinya PKK Kelurahan Krukut dikembangkan dua sistem media tanam, yakni konvensional dan hidroponik. Untuk media tanam konvensional juga dibagi dua yakni, di lahan datar dan merambat.
Sementara untuk sistem hidroponik pihaknya menyiapkan enam rak tanaman. Diungkapkan, saat ini sedang fokus mengembangkan tanaman kentang sebagai komoditas. Sedang untuk kolam gizi diisi ikan nila ukuran 1 x 2 meter setinggi 70 sentimeter. Kolam bioflok itu diperuntukkan bagi ikan nila dalam tahap pembesaran akhir.
Borman berharap urban farming Gerbang Utama Taman Hatinya PKK Kelurahan Krukut menjadi contoh bagaimana memanfaatkan lahan terbatas untuk aktifitas produktif. Sehingga hasilnya akan bisa memotivasi warga untuk menduplikasi dan menerapkan di lingkungan rumah masing masing.
Ia menambahkan, sebagian hasil dari pengembangan urban farming ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung program pengentasan stunting di wilayah Krukut. Hasil tanaman dan ikan akan diberikan kepada warga untuk konsumsi bagi anak-anak gizi kurang.
Lainnya dimanfaatkan untuk program ketahan pangan keluarga. Untuk itu, produk tanaman dan ternak ikan nila dari Gerbang Utama Taman Hatinya PKK Kelurahan Krukut akan dijual lebih murah dari harga pasaran.
"Seperti ikan nila contohnya, harga pasaran 1 kilogram sekitar Rp 40-45 ribu di pasaran, kami jual hanya Rp 30 ribu per kilogram-nya," pungkasnya. (Aji)





