Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah meresmikan lahan urban farming Taman PKK Kelurahan Krukut di halaman Kantor Lurah Krukut, Kecamatan Taman Sari. Selain dimanfaatkan memanam berbagai tanaman produktif, lahan seluas sekitar 50 meter persegi di area sudut halaman kantor lurah itu juga dilengkapi dengan kolam gizi.
"Ini sebuah contoh baik. Sebuah gagasan baik yang sudah diimplementasikan dari kegiatan di Pokja 3 berkoordinasi dengan UKPD terkait," ujar Iin, usai peresmian urban farming di Halaman Kantor Kelurahan Krukut, Kecfamatan Taman Sari, Kamis (21/5).
Menurutnya, untuk bisa melakukan urban farming di tengah kawasan padat dan kompleks dengan berbagai persoalan, bukan hal mudah. Namun, upaya yang dilakukan ini telah menampakkan hasil mampu mempercantik kawasan Kantor Lurah Krukut.
Selain meningkatkan keindahan dan penghijauan lingkungan, Iin menjelaskan kehadiran urban farming diharapkannya juga bisa menjadi pilar ketahan pangan keluarga memanfaatkan lahan terbatas. Diakuinya memang dibutuhkan kreativitas memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam seperti menggunakan pot dari bahan ember bekas atau galon minuman serta pipa paralon untuk menempelkan di dinding.
Tidak hanya memanfaatkan lahan tanah, urban farming menurut Iin juga bisa dilakukan di rooftop atau dinding bangunan. Kegiatan urban farming ini dikatakan Iin juga bisa menjadi pintu masuk mempererat silaturahmi warga di lingkungan.
Sebab, kegiatan urban farming di lingkungan permukiman bisa menjadi sentra aktifitas warga untuk berkumpul. Selain itu, urban farming menanam tanaman p oduktif juga bisa mendatangkan nilai ekonomis atau menjadi bahan untuk diolah sebagai panganan.
"Kondisi perekonomian global saat ini harus kita siasati dengan berbagai inovasi. Kita harus cerdas, harus mau berinovasi memanfaatkan halaman kita atau ruang terbuka yang ada di kantor," tegasnya.
Lurah Krukut, Rudi Kartono menjelaskan, urban farming di area kantor lnya ini merupakan hasil kolaborasi bersama Yayasan Buddha Tzu Chi. Kegiatan di area seluas sekitar 50 meter persegi ini juga dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat untuk lebih mensejahterakan masyarakat.
Dijelaskan Rudi, lahan urban tersebut juga dilengkapi dengan area kolam gizi berukuran 2 x 1 meter. Lahan urban farming ini juga menjadi percontohan dan diharapkan memotivasi warga untuk memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam.
Sebagai tahap awal, Rudi mengaku lahan urban farming ini dimanfaatkan untuk budidaya kentang. Sedangkan ikan yang dikembangkan di kolam gizi berjenis nila
"Kita juga memiliki kolam gizi untuk pembibitan di rumah dinas Lurah. Jadi kolam gizi di kantor lurah hanya untuk display saja," tandasnya. (Izu)






