Pemerintah Kota (Pemkot Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup melakukan program pengurangan sampah organik melalui penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) di RW 04 Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/1).
"Sampah menjadi problem kalau tidak dikelola dari sumbernya, maka tidak akan selesai dengan maksimal. Saya bersama Sudis LH, dan Camat Kebon Jeruk akan membuat percontohan Lubang Resapan Biopori (LRB) pada 8 RT di Kedoya Utara," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, saat menanggapi permasalahan sampah pada kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua di Srengseng, Jakarta Barat, Rabu (4/2) kemarin.
Dijelaskan Iin Mutmainnah, pengurangan sampah organik dengan teknologi LRB dilakukan pada sejumlah titik sumber resapan air seperti pekarangan rumah, taman dan jalan. Manfaatnya, meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air, menangani limbah organik, dan tanah kaya dengan zat hara.
"Caranya, sampah organik rumah tangga dikumpulkan. Kemudian dicacah dan dimasukkan dalam lubang biopori. Sampah organik itu bisa dari limbah dapur seperti sisa daun sayur, kulit buah, dan sebagainya. Nantinya, limbah dapur yang dimasukkan pada LRB akan menjadikan tanah kaya unsur hara (subur)," ujarnya.
Dijelaskan Iin, LRB adalah metode konservasi tanah dan air sederhana dengan membuat lubang silinder vertikal berdiameter 40 ins dengan kedalaman 80-100 sentimeter. Dibuat dengan mengebor tanah. Kemudian, lubang tersebut diisi sampah organik yang telah dicacah-cacah. Tutup lubang biopori agar aman dan tidak membahayakan.
"Kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Sudis SDA, Bina Marga, serta Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut). Ke depannya, kami juga akan membuat mural, kolam gizi dan taman, seperti konsep penataan kawasan," tambahnya.
Sementara itu, mengenai penerapan teknologi LRB, Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah mengatakan, penerapan teknologi LRB dilaksanakan di lingkungan RW 04 Kedoya Utara, tepatnya di delapan RT yakni RT 002, 004, 005, 006, 007,008, 009, dan 010.
"Ada delapan RT yang menjadi percontohan pembuatan pengurangan sampah organik melalui LRB. Totalnya ada 130 titik LRB ," tuturnya. (why)





