Sebanyak 709 peserta berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Olahraga Tradisional (Potrad) tingkat Kota Jakarta Barat tahun 2026 di GOR Cendrawasih Jalan Cendrawasih IX, Kalideres, Cengkareng, Selasa (19/5).
Kepala Seksi Olahraga Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Pora) Jakarta Barat, Tomi Ari Sudewo mengatakan, peserta yang mengikuti Pekan Olahraga Tradisional merupakan pelajar dari 150 sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SLTA. Mereka mengikuti sebanyak 9 jenis olahraga tradisional yang dilombakan.
"Kegiatan ini kami laksanakan satu hari ini dan sekaligus menjadi ajang pemilihan untuk mewakili Jakarta Barat ke ajang serupa tingkat provinsi," tuturnya.
Dijelaskan Tomi, sebanyak 9 jenis lomba meliputi, 3 jenis lomba untuk kategori sekolah dasar yakni lomba lari balok putra dan balok putri, dan terompah pendek. Kemudian untuk kategori SMP melombakan 2 jenis olahraga yakni enggrang putra dan terompah putri.
Kemudian untuk kategori SMA melombakan 4 jenis olahraga yakni, terompah putra, hadang putri, sumpita campuran dan enggrang putri. Sedangkan pemilihan atlet untuk mewakili Jakarta Barat ke lomba serupa tingkat provinsi dilakukan melalui mekanisme telescouting.
"Jadi belum tentu juara yang dipilih, tapi hasil tim telescouting yang menentukan. Rencana tingkat provinsi digelar Juni mendatang," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Barat, Yunus Burhan menambahkan, kegiatan ini digelar dalam rangka melestarikan permainan warisan leluhur. Selain itu, kegiatan ini telah diakui menjadi jalur prestasi pendidikan.
Oleh karena itu, Yunus Burhan berharap, para orangtua diharapkan tidak ragu mendorong anaknya untuk menekuni olahraga tradisional karena bisa menjadi modal masuk sekolah tujuan.
Terkait lomba olahraga tradisional di tingkat provinsi, Yunus menjelaskan wilayah Jakarta Barat pernah menjadi juara umum pada tahun 2024. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2025, prestasinya menurun sehingga tidak lagi menjadi juara umum.
"Tahun ini Kami berharap bisa comeback menjadi yang terbaik di tingkat provinsi," tambahnya. (why)





