Kelurahan Taman Sari bersama HMI Cabang Jakbar serta Universitas Budi Luhur Jakarta mengadakan sosialisasi pemilahan sampah dan Jakarta Ecological Outlook 2026 di Sekratariat RW 05, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (23/5).
Kegiatan yang diikuti kader PKK, LMK, FKDM, karang taruna, pengurus RT dan RW 05 serta masyarakat diisi dengan penyampaian materi oleh Direktur Bank Sampah Universitas Budi Luhur Jakarta, Umi Tutik Asmawati.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mencanangkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, di Kawasan Plaza Festival, Kuningan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Dari pencananganan tersebut, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan instruksi gubernur no 5 tahun 2026, tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah, namun masyarakat juga turut memilah sampah organik dan an organik dari rumah masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Ketua HMI Jakarta Barat, Dana Nur Azizah. Ia menuturkan masalah ekologi kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi dimulai dari apa yang dibuang di dapur rumah masing-masing.
"Saatnya kita ubah tumpukan sampah jadi peluang dan kemandirian, melalui Jakarta Barat ecological Outlook 2026," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, HMI Jakarta Barat dijadwalkan akan melakukan aksi lewat agenda social action: Transformasi Kemandirian Warga dalam mengelola sampah rumah tangga.
Di sisi lain, Direktur Bank Sampah Universitas Budi Luhur Jakarta, Umi Tutik Asmawati menyampaikan materi sosialisasi terkait pemilahan sampah.
Ia menyampaikan bahwa bank sampah Universitas Budi Luhur termasuk bank sampah di Jakarta yang sukses, bahkan telah mendirikan rumah produksi bank sampah Budi Luhur yang melakukan proses daur ulang sampah dengan menggandeng beberapa korporate.
"Kami mengajak masyarakat RW 05 untuk melihat langsung proses rumah produksi bank sampah Budi Luhur," ujar Umi Tutik.
"Kami juga mengajak ibu-ibu untuk ikut dalam gerakan pilah dan olah sampah," sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua RW 05 Kelurahan Taman Sari, H. Supriadi mengapresiasi kegiatan sosialisasi pemilahan sampah dari sumbernya.
"Kami juga berkomitmen untuk memulai gerakan pemilahan dan pengolahan sampah secara masif di lingkungan RW 05, serta ingin melihat dari dekat proses rumah produksi bank sampah Budi Luhur," jelasnya. (why)





