Kelurahan Taman Sari menggelar Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak Tahun 2026 di Bale Warga MH Thamrin, RW 07, Jalan Mangga Besar VI Selatan, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (3/7).
Kegiatan yang didasari Instruksi Sekda DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2026, tentang Gerakan Penyuluhan Serentak 2026, diikuti sekira 50 peserta dari unsur TP PKK, kader dasawisma, jumantik, posyandu, FKDM, karang taruna, satpol PP, serta pengurus RT dan RW setempat.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun, menjelaskan bahwa kegiatan yang didasari instruksi sekretaris daerah nomor 30 tahun 2026, dilaksanakan secara masif di tingkat kelurahan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
"Gerakan ini diagendakan setiap Jumat pagi, sebelum gerakan PSN pada setiap Pos RW atau Bale Warga pada tingkat kelurahan di DKI Jakarta. Sehingga, setelah kader Jumantik melaksanakan PSN, kemudian dapat melanjutkan sosialisasi," ujarnya.
Dijelaskan Abdul Malik, Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak difokuskan pada upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak, sekaligus menekan angka kekerasan dalam keluarga.
Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak Tahun 2026 menghadirkan narasumber dari Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kecamatan Taman Sari dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Taman Sari.
Dwi Setiyo Purwanty, perwakilan dari Sudis PPAPP Jakbar, menyampaikan sosialisasi tentang pengawasan orangta dan kebiasaan positif anak. Selain, itu, dirinya memaparkan hasil survei yang menggambarkan pentingnya peran orangtua memperhatikan, mengawasi dan melindungi anak dalam kehidupan sehari-hari.
"Ada tujuh pengawasan yang perlu menjadi perhatian orangtua, yakni kecelakaan lalu lintas, kekerasan fisik maupun psikis, eksploitasi dan penelantaran, perundungan (bullying), penyalahgunaan zat adiktif, paparan perilaku penyimpangan dan risiko kejahatin siber dan pergaulan negati," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pembantu Kelurahan Taman Sari, Dina Herdiana, menyampaikan sosialisasi pentingnya perlindungan keluarga dari penyakit Leptospirosis.
"Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri Leptospira dapat dicegah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keluarga," ujarnya. (why)






