Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memimpin rapat koordinasi (Rakor) pemilahan sampah dan gerebek lumpur untuk penanganan saluran air yang berlangsung di ruang rapat Kantor Wali Kota, Rabu (29/7).
Hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Imron Sahrin, para camat, wakil camat, lurah, perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta jajaran terkait untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyusun strategi percepatan pengelolaan sampah dan normalisasi saluran menjelang penerapan penutupan sistem open dumping pada 1 Agustus 2026.
Menurutnya, bahwa pengelolaan sampah dari sumber dan mitigasi banjir merupakan program yang telah dijalankan secara konsisten sebelum diterbitkannya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. Menurutnya, kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Target kita jelas, yaitu 70 persen sampah dapat dikelola dari sumber dan 30 persen diangkut ke fasilitas pengolahan. Karena kita sudah menghitung hari menuju penutupan open dumping, maka seluruh jajaran harus bekerja lebih terukur, konsisten, dan saling berkolaborasi," ujar Iin.
Dijelaskan Iin, pihaknya juga mengapresiasi kerja keras seluruh perangkat daerah dan kewilayahan yang dinilai berhasil meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di Jakarta Barat.
"Harapannya tiga hal, yaitu kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas dapat kita lakukan bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi kebaikan bagi masyarakat dan semakin memperkuat pelayanan publik," katanya.
Iin juga menyampaikan bahwa Jakarta Barat berhasil mencatat peningkatan signifikan dalam pengelolaan sampah dari sumber sehingga kini berada di jajaran tiga besar kota administrasi di DKI Jakarta. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi lintas sektor meski Jakarta Barat memiliki keterbatasan ruang terbuka hijau dibanding wilayah lain.
Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Imron Sahrin, melaporkan bahwa persentase pengelolaan sampah dari sumber di Jakarta Barat telah mencapai 24,58 persen, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar 2 persen.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengolahan sampah berbasis wilayah mulai memberikan hasil yang nyata. Yang terpenting bukan sekadar angka, tetapi bagaimana sampah dapat ditangani sejak dari sumber sehingga tidak lagi menumpuk di lingkungan," jelas Imron. (Lam)






