Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menerima audiensi jajaran Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jakarta membahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Kamis (30/7).
Rombongan dipimpin Kepala KPPG Jakarta, Ida Wahyuni, bersama jajaran dan diterima langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, didampingi Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Depika Romadi serta Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan pihaknya mengapresiasi kunjungan KPPG Jakarta. Menurutnya, audiensi menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi berbagai dinamika pelaksanaan Program MBG di lapangan.
"Terima kasih atas kehadirannya. Pertemuan seperti ini penting karena pemerintah daerah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat membutuhkan ruang diskusi untuk menyampaikan berbagai masukan dari lapangan. Program ini sangat dinantikan masyarakat sehingga pelaksanaannya perlu terus dievaluasi agar semakin tepat sasaran," ujar Iin.
Iin menilai, apabila pelaksanaan program belum dapat menjangkau seluruh sekolah secara bersamaan, penyaluran sebaiknya dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan wilayah dan sekolah yang memiliki tingkat kebutuhan paling tinggi.
"Saya berharap dapat dilakukan pemetaan berdasarkan prioritas sehingga sekolah-sekolah yang paling membutuhkan bisa didahulukan. Bukan berarti yang lain tidak mendapat kesempatan, tetapi dilakukan secara bertahap berdasarkan urgensi sehingga rasa keadilan tetap terjaga," katanya.
Selain itu, Iin mengusulkan agar kantin sehat yang telah dibina melalui Program Sekolah Sehat dapat dilibatkan sebagai salah satu model pendukung pelaksanaan MBG. Menurutnya, kantin sehat di sekolah telah memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan berpotensi mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
"Kami memiliki program Sekolah Sehat yang di dalamnya terdapat kantin sehat dengan standar yang telah dibina secara berkelanjutan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Ini bisa menjadi role model untuk berkolaborasi dengan program MBG. Kami siap apabila dipercaya menjadi daerah percontohan," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan air bersih dalam proses pengolahan makanan, terutama di tengah musim kemarau yang masih menyebabkan keterbatasan pasokan air bersih di sejumlah wilayah Jakarta Barat.
"Air bersih menjadi kunci kebersihan dan sterilisasi makanan. Saya berharap seluruh dapur penyedia makanan menggunakan air bersih meskipun harus membeli, karena kualitas air sangat menentukan keamanan pangan bagi para penerima manfaat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Jakarta, Ida Wahyuni, mengatakan audiensi dilakukan untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meminta arahan dan dukungan dari Pemerintah Kota Jakarta Barat.
"Kami dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Jakarta melakukan audiensi untuk melaporkan kegiatan penyaluran MBG di wilayah Jakarta Barat sekaligus meminta arahan dan dukungan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat," tuturnya.
Lebih lanjut Ida mengungkapkan, saat ini terdapat 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), satu SPPG tersebut melayani minimal 1. 000 hingga 2.000 penerima manfaat, dari 79 dapur tersebut, sebanyak 69 sudah beroperasi, sedang 10 dapur siap operasional. Untuk Total Penerima manfaat 166.974, dengan rincian 149.516 peserta didik dan 17.458 sasaran ibu hamil .
Sementara, mengenai masukan yang disampaikan Wali Kota jakarta Barat, Iin Mutmainnah akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program ke depan.
"Kami mendapatkan banyak masukan dari Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk perbaikan penyaluran MBG. Harapannya, penerima manfaat dapat diprioritaskan berdasarkan wilayah yang paling membutuhkan sehingga program ini dapat menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerima manfaat," tuturnya. (Lam)





